Beranda - Berita Pilihan - Jelang Pilpres, Polres Dharmasraya Pantau Medsos

Jelang Pilpres, Polres Dharmasraya Pantau Medsos

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Jelang Pileg dan Pilpres, Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya, mengemukan, bahwa pihaknya akan terus memantau akun media sosial (Medsos) yang ditengarai menyebarkan berita atau informasi palsu (hoax) yang dapat memprovokasi masyarakat di tengah tahapan pelaksanaan pemilu 2019.

“Kami pantau lebih intensif karena aktivitas di media sosial menjelang pemilu serentak ini kian mengkhawatirkan,” kata Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir di gedung pertemuan umum (GPU) Kantor camat Sitiung, Jumat (23/11/2018)

Hal itu disampaikan Kapolres usai menggelar silaturahmi dan temu ramah Kapolres dengan Forum Kumunikasi Pimpinan Kecamatan dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sitiung.

Ia mengatakan sasaran akun-akun yang diidentifikasi sebagai penyebar hoax rata-rata tersebar di lini masa facebook, instagram, twitter dan lainnya.

Menurutnya sejumlah isu SARA, ujaran kebencian, dan hoax tengah mewarnai media sosial dan berpotensi mengancam keamanan terlebih lagi jelang pesta demokrasi.

“Kami pantau aktivitas medsos melalui patroli cyber bekerjasama dengan Polda Sumbar,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi politik di Dharmasraya, sedikit hangat. Mantan Kapolres Sijunjung itu mengajak masyarakat agar dalam menggunkan medsos untuk dapat menghindari ujaran kebencian yang bermuara pada perpecahan antarsesama.

“Jangan sampai gara-gara politik kita bisa tidak baik antara sesama keluarga, agama, teman dan lainnya,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta untuk cerdas dalam menggunakan media sosial, dan juga jangan mudah percaya berita atau informasi yang diperoleh di media sosial yang belum tahu kebenarannya, katanya.

“Saring dulu sebelum share, jangan mau diadu domba dengan hoax yang dapat memecah belah NKRI ucap Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir (eko)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komplek Kauman Padang Panjang

Thawalib Padang Panjang Rengkuh Kejayaan Masa Lalu

SPIRITSUMBAR.com – Menyusul “serbuan” pelamar pada 2018 lalu, Perguruan Thawalib Padangpanjang terus berinovasi memacu kebangkitan ...