Beranda - Berita Pilihan - Jambatan Penghubung Rusak, Keselamatan Warga Simpang Timbo Abu Terancam
Jambatan Penghubung Rusak Mengancam Keselamatan Warga Simpang Timbo Abu (foto syafrizal/ Spirit Sumbar)
Jambatan Penghubung Rusak Mengancam Keselamatan Warga Simpang Timbo Abu (foto syafrizal/ Spirit Sumbar)

Jambatan Penghubung Rusak, Keselamatan Warga Simpang Timbo Abu Terancam

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Pasaman Barat – Jembatan penghubung yang melintasi dua kejorongan di Jorong Simpang Timbo Abu, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), kondisinya mengancam keselamatan pengguna jalan tersebut.

Terlihat, jembatan penghubung jalan untuk dilintasi warga antar kejorongan itu, jembatan lantai balok yang sudah lapuk. Sebagian sudah jatuh ke sungai, sehingga warga melintasi jambatan tersebut harus ekstra hati-hati untuk melewatinya, baik pejalan kaki, pengguna roda dua dan roda empat.

“Penghubung jalan yang dilewati warga simpang timbo abu Jembatan yang terbuat dari besi itu sudah berkarat, Salah seorang warga setempat.kami harus was-was dan berhati-hati jika melintasi jembatan itu,”kata Fitra Dewi



Ia menjelaskan, karna jembatan ini satu-satunya akses penghubung didaerah itu. “Ada sekitar 700 kepala keluarga di kejorongan simpang timbo abu ini, yang memanfaatkan jembatan penghubung ini,” jelasnya.

“Seyogyanya pihak pemerintah agar untuk menanggapi secepatnya terhadap warga disini, jangan tunggu korban dulu, apalagi jembatan ini sering digunakan para anak sekolah untuk melintas pulang dan pergi,” pintanya.




Sementara Camat Talamau Dasrial kepada wartawan Kamis (28/11/2019) mengatakan, kondisi jembatan itu akan dilaporkan ke Dinas PUPR dan BPBD Pasbar. “Saya akan laporkan segera,” katanya.

Ia menerangkan, jembatan ini hendaknya segera diperbaiki, karena melihat kondisi nya yang sudah sangat  memprihatinkan. “Jembatan ini, jembatan kabupaten, seyogyanya harus segera ditanggapi,” terang Dasrial. (Syafrizal/By)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua Ranperda Usul Prakarsa DPRD Sumbar Masuk Propemperda Provinsi Sumbar tahun 2020

Spiritsumbar.com, Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat paripurna penetapan ...