Beranda - Headline - Jalan Terban, 4.200 KK Durian Gadang Terisolasi
Jalan terputus di Silokek Sijunjung (riyon)
Jalan terputus di Silokek Sijunjung (riyon)

Jalan Terban, 4.200 KK Durian Gadang Terisolasi

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com. Durian Gadang –  Belum sampai 2 bulan Kab Sijunjung didera bencana alam. Pertama banjir bandang di Jorong Silalak Kulik Kec Lubuk Tarok yang mengakibatkan 800 m saluran perpipaan sarana air bersih Batang Karimo rusak berat. Termasuk 1 unit jembatan  putus dihantam banjir bandang tersebut. Kerugian untuk perbaikan saluran air bersih berkisar Rp4 miliar.

Kejadian ke dua berawal hari Sabtu malam, tebing perbukitan Gunung Putih masih dalam kawasan Nagari Muaro yang dibawahnya jalan Kabupaten menuju Nagari Silokek, Durian Gadang dan bisa langsung ke Mangganti, Unggan, Silantai dan Sumpur Kudus terimbas tebing yang longsor tak bisa dilalui lagi.

Senin sampai Selasa (16/5/2017) bencana alam semakin menjadi. Jalan Kabupaten di daerah bawah Empangan tak luput menjadi sasarannya amukan bencana alam tersebut. Jalan  runtuh ke sungai Batang Kuantan. Termasuk kejadian yang baru terjadi pada Selasa (16/5/2017) sekitar 09.00 Wib masih di lokasi yang sama terjadi tambah lagi longsoran sepanjang 200 meter.

Sekitar jam 11.34.00 Wib terjadi longsor satu batang pohon durian tumbang langsung ke arah sungai Batang Kuantan. Lengkap sudah kebuntuan jalan dan keterisolasian warga masyarakat ke Dua Nagari Silokek dan Durian Gadang dengan jumlah penduduk berkisar 4200 jiwa.

Sementara warga Kec Sumpur Kudus baik Nagari Mangganti, Unggan, Silantai, Sumpur Kudus dan Kumanis yang biasanya melewati jalan pintas menuju Ibu Kota Kab Sijunjung Muaro Kota Pertemuan juga terkendala. Jangankan kendaraan roda dua, pejalan kaki pun tak bisa lewat, belum lagi bahaya yang mana kita tidak tahu terjadi longsor lagi..

Lokasi bencana dilereng Gunung Putih tersebut yang punya ulayat Malin Mancayo dari Suku Kampai. Pihak pemilik ulayat juga sudah mengizinkan kalau untuk pembuatan jalan alternatif di kebunnya dilereng Gunung Putih.

Menyinggung lokasi bencana, antara lereng bukit dengan badan jalan kabupaten yang jaraknya sekitar ada yang 50 m bahkan ada yang berkurang dari 50 m. kalau dibuatkan jalan darurat untuk kendaraan roda dua saja sangat sulit. Karena tak jauh dari longsornya jalan juga ada aliran air dari atas bukit yang menjadikan sungai kecil, sepertinya ini juga tak memungkinkan.

Makanya Pihak BPBD Kab Sijunjung sedang berpikir dua kali dimana yang memudahkan bisa dibuat jalan darurat. Pihak Pemda Kab Sijunjung dengan yang terkait secara cepat sedang mencarikan solusinya untuk membuat jalan baru, aman bagi pekerja pembuatan jalan aman dilalui oleh masyarakat.

Selasa (16/5/2017) Bupati Sijunjung Drs. H. Yuswir Arifin, MM. Dt. Indo Marajo bersama Dandim 0310/SSD Letkol (Inf) Irvan, didampingi Koramil 02 Kapten (Inf) Ilham dan 3 anggota Kodim 030/SSD, Pelaksana Tugas BPBD Kab Sijunjung Hardiwan, SP, Kadis PUPERA Kab Sijunjung Ir. H. Budi Syafarman, MT, Kabag Humas Pemda Kab Sijunjung Hendri Chaniago, S.Sos langsung sidak kelokasi bencana alam. Wali Nagari Silokek dan Durian Gadang Mardison dan Ardi termasuk Seknag Muaro Sudirman.

Keterangan Bupati Sijunjung H. Yuswir Arifin kepada wartawan. Segera akan membuat jalan darurat untuk kendaraan roda dua biar tidak terkendala masyarakat di Nagari Silokek dan Durian Gadang. Termasuk anak-anak sekolah dari 2 nagari tersebut yang sekolah di Muaro Sijunjung bersamaan pula SD sekarang sedang ujian ada 4 sekolah.

Jalan yang longsor ini merupakan jalan pintas menuju Ibu Kota Kab Sijunjung Muaro Kota Pertemuan bagi waga Kec Sumpur Kudus, baik Nagari, Mangganti, Unggan, Silantai, Sumpur Kudus dan Kumanis saja juga akan mempersiapan pembentukan tim reaksi cepat penanganan bencana alam ini.

“Sementara saya juga menugaskan Pelaksana Tugas BPBD kab Sijunjung segera melaporkan kejadian ini ke BNPT di pusat. Kejadian bencana alam ini harus dicarikan solosi secepat penanganannya, warga di kedua Nagari agar tidak terkendala baik dalam kebutuhan primernya masyarakat di Silokek dan Durian Gadang, termasuk anak-anak sekolah, meskipun kejadian bencana alam ini  tak ada korban jiwa,” kata H. Yuswir Arifin.

Masih di lokasi bencana alam, Wali Nagari Silokek Mardison, ketika dimintai keterangannya mengatakan listrik juga mati sejak Sabtu (13/5/2017). “Sampai sekarang, kampuang kami sabana galok pak,” ujar Mardison. (Riyon)

Saribulih

Artikel lainnya

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Banjir di Pasaman Barat yang menghambat pengerjaan jalan

Banjir, Pekerjaan Teluk Tapang – Bungo Tanjung Terhenti

SPIRITSUMBAR.com, Pasaman Barat – Sekitar 4 km ruas paket kontruksi pembangunan akses Pelabuhan Teluk Tapang ...