Jumat , 21 September 2018
Beranda - Berita Pilihan - Jalan Muaro – Kabun Terancam Rusak, Dana Milyaran Jadi Mubazir
Jalan Muaro – Kabun yang terancam Rusak
Jalan Muaro – Kabun yang terancam Rusak

Jalan Muaro – Kabun Terancam Rusak, Dana Milyaran Jadi Mubazir

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Muaro – Penggunaan ruas jalan Kabupaten, Muaro – Kabun oleh armada truk batubara milik CV. Dian Purnama menimbulkan keresahan masyarakat setempat. Pasalnya, jalan yang baru dibangun dan masih dalam masa pemeliharaan, kembali terancam rusak.

Sedangkan jalan khusus untuk tambang batubara sudah dibuat. Bersama pihak dari PT. KHU yang juga ikut menambang di wilayah Kabun, dan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan.

Salah seorang tokoh masyarakat Kabun yang enggan ditulis namanya mengaku terpaksa menggunakan fee, yang diperuntukkan untuk masyarakat, digunakan untuk membantu membeli BBM untuk alat berat dalam proses pembukaan jalan baru. Hal itu dilakukan,  agar fasilitas umum jalan yang dibuat oleh pemerintah tidak digunakan lagi untuk kepentingan tambang.

“Mereka gunakan fasilitas umum demi kepentingan pribadi. Sementara kamilah yang akan menanggung akibatnya jalan menjadi rusak. Sedangkan kami belum pernah merasakan infrastruktur jalan yang memadai dari Kabun ke pusat kota Muaro Sijunjung, yang hanya berjarak lebih kurang 7 Km,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat bersedia membantu pihak penambang membuat jalan alternatif. Karena ujarnya  sangat berharap kucuran dana dari pemerintah untuk pembangunan infrastruktur jalan. “Walaupun kami yang sudah tua ini belum tentu bisa menikmati infrastruktur jalan yang memadai, sampai ke kabun. Namun kami sangat berharap anak cucu kami bisa menikmati jalan yang lebih mulus seperti halnya daerah lain,” harapnya

Kalau masyarakat tidak ikut serta memperhatikan jalan tersebut, tentunya menjelang anggaran tahun berikutnya, jalan yang baru dibangun tersebut akan rusak lagi. Tentu tidak mungkin uang negara untuk memperbaiki itu terus menerus, apalagi untuk jalan tambang, tambahnya

Akibat armada truk dan alat berat milik CV. Dian Purnama yang melebihi kapasitas jalan, jalan di dekat sungai pompang sudah mulai pecah dan hancur. Sedangkan jalan tersebut baru berumur 1 tahun dibangun oleh Pemkab. Sijunjung.

Kekesalan warga Kabun yang tergabung dalam Forum Musyawarah Masyarakat Kabun (FMMK), akhirnya mendatangi Kantor PUPR Kab. Sijunjung. Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta keterangan siapa sebenarnya yang berhak menghentikan penggunakan jalan Muaro-Kabun oleh truk tambang milik CV. Dian purnama, jumat (29/12/2017).

Pertemuan yang diadakan di ruangan Kadis PUPR tersebut, diwakili oleh 3 orang perwakilan dari masyarakat Kabun dan 4 orang perwakilan dari pihak CV. Dian Purnama. Juga hadir Direktur CV. Dian Purnama, Nov Toke.

Dalam kesempatan tersebut masyarakat yang tergabung dalam FMMK meminta kepada pihak terkait agar truk tambang tidak melalui jalan yang dibuat oleh pemerintah. Karena jalan itu merupakan fasilitas dan untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan perusahaan dan kepentingan pribadi. “Jalan tambang harus menggunakan jalan khusus,” kata salah seorang warga masyarakat Kabun.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas PUPR. Ir. H. Budi Syafarman, mengatakan tidak menyuruh dan juga tidak bisa melarang truk tambang tersebut. Ia menambahkan, sebelumnya FMMK mengirim surat kepada Dinas PUPR tentang permohonan agar fasilitas jalan umum tidak digunakan untuk tambang. Sedangkan, pihak dari Dian Purnama juga telah meminta izin kepada Dinas melalui surat. Agar jalan tersebut bisa dipakai untuk truk tambang batubara.

Budi Syafarman secara detail menjelaskan, masalah pelarangan truk di jalan baik itu jalan provinsi, jalan negara dan jalan kabupaten itu kewenangannya adalah pihak kepolisian serta stakeholder terkait, yaitu Dinas Perhubungan Kab. Sijunjung.

Sementara Dinas PUPR secara tupoksi sebagai leading sektor pembuatan jalan,  pemeliharan dan perawatan jalan serta peningkatan infrastuktur jalan. Jalan kabupaten seperti di Jorong Kabun bisa dilalui truk tetapi sesuai aturan, dengan catatan tidak melebihi kapasias 8 ton,  lebih dari itu sudah melanggar. Pelanggaran ini kewenangannya adalah Polres Sjunjung.

Ditambahkan, pihak CV. Dian Purnama kalau mau lancar mengeluarkan batubara dari Jorong Kabun harus membikin jalan baru untuk armada truk batubara, kata H. Budi Syafarman.

Sementara itu dalam pertemuan tersebut, pihak Dian Purnama, berjanji akan memperbaiki jika terjadi kerusakan akibat truk tambang mereka. Malahan dia bersedia hal ini dituangkan dalam surat perjanjian.

Ironisnya ucapan dan janji tersebut sudah sering diucapkan oleh Wakil Direktur CV. Dian purnama, Andrie Seven, beberapa waktu lalu. “Jika jalan rusak akibat truk batubara, kami siap memperbaiki”ujarnya.

Namun, salah seorang masyarakat Kabun yang enggan ditulis namanya menganggap pernyataan pihak Dian Purnama hanya omong kosong. “Tidak benar itu, untuk jalan tambangnya saja tidak diperbaiki, apalagi fasilitas umum,” ujarnya. (Tim).

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rakor Penerimaan CPNS 2018

Dari 864 Formasi CPNS Sumbar, 613 Jatah Guru

SpiritSumbar.com – Pemerintah telah mengumumkan pembukaan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 untuk ...