Beranda - Sumbar - Kab / Kota - Kabupaten - Kab. Pesisir Selatan - Isteri Doyan Facebook, Suami Main Bunuh
Anggota Polres Pessel memperlihatkan Dedi pelaku pembunuh nenek dan melukai isterinya (foto: Niko - Spirit Sumbar)
Anggota Polres Pessel memperlihatkan Dedi pelaku pembunuh nenek dan melukai isterinya (foto: Niko - Spirit Sumbar)

Isteri Doyan Facebook, Suami Main Bunuh

Print Friendly

Di sana ia cemburu terhadap istri karena selalu menghabiskan waktu untuk bermain facebook dan saling mengirim pesan melalui media sosial itu terahadap lawan jenisnya.

Sebelumnya: Sakit Hati, Dedi Bunuh Nenek dan Tusuk Isteri Lima Lubang

“Tiara tidak lagi terus terang sama saya, di Facebook ia mengaku belum punya suami dan bekeluarga. Bahkan ia mengatakan masih sedang sekolah. Parahnya, ia meminta dikirimin uang oleh lawan bicaranya di facebook tersebut. Saya baca seluruh isi pesan itu, sakit hati saya. padahal saya selalu memberinya uang walau jumlahnya tidak banyak” kata ia menghiba.

Namun seiring waktu berjalan, istrinya Mutiara melarikan diri pulang ke kampung halaman, Jumat, (13/5/2016) tanpa memberitahu sang suami.

“Saya telpon tidak diangkat-angkat. Setelah beberapa kali menghubungi, mertua saya yang angkat telpon itu. Saya dicaci dengan kata-kata kasar.  Ia katakan saya ini dan itu (kata kasar)” jelasnya.

Berawal dari itu, sehingga kondisi hatinya, semakin ramuk.  Pada hari Minggu, (12/62016)  tersangka baru memiliki kesempatan untuk pulang kampung halaman dan mencari istrinya.

“Sabtu, (11/6/2016), saya pulang dari Perawang, dan minggu sampai di Pesisir . Minggu Senja itulah saya menusuk istri pakai pisau. Namun neneknya keluar berteriak, saya sangka itu mertua. Maka neneknya yang meninggal akibat tusukan pisau yang saya bawa dari Perawang itu” ulasnya.

“ Ia pulang kampung tidak memberitahu saya. Di kampung tiara bercerita kepada ibunya bahwa ia tidak diperbolehkan menelpon orang tuanya sewaktu di rantau. Padahal saya tidak ada melarang. Terkadang kalau saya tidak punya uang, saya hutang pulsa. Namun pulsa itu dihabiskan untuk main facebook. Saya larang dia marah dan mengeluarkan kata yang menyakitkan hati saya” ucap Dedi.

Disebutannya, penghasilan yang didapatkan sebagai kontraktor di perawang itu, pas-pas saja. Kadang habis bayar hutang dan terkadang cuma bersisa Rp300 ribu, tapi ia sangat tidak suka sang istri yang bersikap tidak menghargainya.

“Di sana gaji saya Rp1,5  juta,  kalau lembur kadang mencapai Rp2 juta. Bulan ke bulan habis bayar hutang. Kalaupun bersisa terkadang cuma Rp300 ribu, tapi saya tidak suka, istri saya minta-minta uang pada orang-orang di facebook itu,” ujarnya.

Setelah membunuh Imun dan melukai istrinya yang tengah hamil,  Sekarang Dedi mengaku  sangat menyesali perbuatan yang telah dilakukannya.

“Saya menyesal sekali. Setelah membunuh, saya pulang ke rumah kakak saya Novi (29) dengan berjalan kaki melewati area perbukitan. Saya ceritakan kejadian itu, dan saya disarankan untuk menyerahkan diri ke kantor polisi. Akhirnya, Senin, 13/6 sekitar pukul 06.30 pagi tadi sayapun ke kantor Polres Pessel untuk menyerahkan diri, karena memang saya tidak ada niat untuk menghilang dan melarikan diri” tukasnya.

NIKO

Sebelumnya:  [ 1 ]   [ 2 ]

Terbit tiap Senin

Edisi 25 (13 Juni 19 Juni 2016)
Edisi 25 (13 Juni 19 Juni 2016)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Class Meeting SDN 23 Tanjuang Gadang

SDN 23 Tanjuang Gadang Bangun Kebersamaan

Spiritsumbar.com, Amping Parak Timur – Sekolah yang berada di jalan Tanjuang Gadang Ampiang Parak Timur, ...