Beranda - Headline - Irwan Prayitno Minta Pemuda Berpolitik Cerdas

Irwan Prayitno Minta Pemuda Berpolitik Cerdas

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun politik cerdas dan berintegritas karena mahasiswa sudah memiliki kemampuan menyampaikan pendapat/ide-ide yang cemerlang.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dihadapan 50 orang Mahasiswa di Sumatera Barat melakukan pendidikan Politik Cerdas Berintegritas (PCB) selama 6 (enam) hari mulai tanggal13 – 18 Desember 2018, di Hotel Sakato, Bukittinggi, Jum’at (14/12/2018).

Lebih lanjut Irwan Prayitno menyampaikan, negara diatur oleh politik, tidak ada negara manapun yang tidak diatur oleh politik, mulai dari anggota legislatif, kepala daerah bahkan presiden, itu dibesarkan oleh politik, tanpa politik negara hancur.

Untuk itu melalui generasi muda, seperti adik-adik mahasiswa ini, perlu dilakukan perubahan guna membangun politik cerdas berintegritas. Salah satu kalangan yang dapat mewujudkan politik cerdas berintegritas di tengah masyarakat adalah mahasiswa.

Politik cerdas berintegritas sangat penting didalam diri seorang pemimpin karena apabila semua orang memiliki jiwa yang berintegritas maka pemerintahan bersih dan bebas dari KKN, suap dan masih banyak lagi. integritas seorang pemimpin atau politisi merupakan syarat penting untuk membangun politik yang beradab, himbau Gubernur.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Barat Adib Alfikri, SE, M.Si, menyampaikan melalui kegiatan politik cerdas berintegritas yang bertema “Kita Lahirkan Pemuda Sumatera Barat Yang Berpolitik Bersih dan Demokratis Serta Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme”, dengan mengikuti sertakan kalangan mahasiswa dari perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) kampusnya masing-masing, yang berjumlah 50 orang.

Kegiatan yang diselenggarakan dengan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ujar Adib.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Ada Misteri di Proyek Jalan Nasional Milik Satker BPJN I Sumbar

SPIRITSUMBAR.com – Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bina ...