Minggu , 18 November 2018
Beranda - Pendidikan - Artikel - Ironi, Guru TBC

Ironi, Guru TBC

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Donni Saputra (Kepala SDN. 12 Api-Api Kecamatan Bayang Pesisir Selatan )

Dunia semangkin canggih, ilmu pengetahuan semakin berkembang. Dunia tidak lebar lagi, karena apa yang terjadi di belahan dunia ini, akan tersebar dengan cepat.

Begitu juga dengan dunia pendidikan, yang dulunya dalam proses belajar mengajar, guru menggunakan papan tulis hitam ,memakai kapur tulis dalam menyampaikan pelajaran, berkembang menjadi white board menggunakan spidol, dan sesuai perkembangan iptek.

Zaman pun berubah, sekarang guru sudah mengunakan infocus dalam menyampaikan pembelajaran. Sudah mampuhkah semua guru mengikuti perkembangan teknologi yang demikian?

Hal ini yang menjadi masalah dalam sebagian guru kita saat ini. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 Tanggal 4 Mei 2007 Standar Kompetensi Guru, pada Kompetensi Pedagodik Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Kepentingan Penyelenggaraan Kegiatan Pengembangan Yang Mendidik” dan Kompetensi Profesional Memanfaatkan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Untuk Berkomunikasi Dan Mengembangkan Diri.

Sudah jelas dan terang sekali, bahwa seorang guru tersebut jangan terkena penyakit TBC (tidak bisa computer). Karena apabila seorang guru terjangkit penyakit yang demikian, berarti kompetensinya seorang guru belum terpenuhi.

Sebenarnya penyakit TBC tersebut bisa saja diatasi, apabila masing-masing guru kita, memiliki kemauan untuk belajar. Kalau sudah mau, apapun masalah bisa diatasi, karena energi yang paling besar itu datang dari dalam diri si guru.

Seorang guru tidak bisa lagi berkata, saya tidak mampu beli computer atau laptop, karena pemerintah telah memberi tambahan penghasilan kita sebagai guru dalam bentuk tunjangan sertifikasi. Berarti pemerintah menginginkan pelaku pendidikan, termasuk guru sebagai pelaku utama pendidikan harus professional dan menguasai computer.

Kemajuan teknologi sekarang ini sama dengan ombak besar, tidak bisa dibendung atau ditahan, tetapi harus dimanfaatkan secara profesional, ombak besar digunakan oleh seorang peselancar sebagai olah raga selancar untuk menyalurkan hobi. Begitu juga dengan kemajuan teknologi, tidak harus ditakuti tetapi harus bisa dimanfaatkan secara maksimal dan professional oleh para guru.

Guru harus mampu dan mempunyai keahlian mengemas pembelajaran secara menarik dan bisa menarik perhatian siswa.  Sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan mencapai hasil maksimal.

Di Kemajuan teknologi sekarang ini banyak hal yang dapat dilakukan seseorang guru dengan komputer. Komputer adalah media atau alat bantu untuk mempermudah pekerjaan seseorang guru dalam bidang pendidikan.

Komputer sangat berperan aktif dalam pendidikan. Selain dapat mengakses informasi dari segala penjuru dunia, komputer juga dapat membantu para guru untuk mengajar dan menyajikan pelajaran yang menarik dan kreatif baik di sekolah. Sehingga peserta didik merasa nyaman dengan pengajaran yang telah diberikan oleh guru. Sangat rugi sekali jika seorang guru memelihara penyakit TBC (tidak bisa computer) tersebut.

Komputer juga merupakan sarana yang bermanfaat untuk mengekspresikan kreatifitas seseorang guru. Bagi guru yang hobi menggambar atau menulis, ia dapat menggunakan komputer untuk mendukung karyanya.

Dengan komputer kita dapat menciptakan design kita sendiri dengan bentuk dan warna yang menarik. Begitu juga dengan menulis. Kita tidak perlu lagi menulis karangan secara manual dengan pulpen dan kertas tetapi dengan komputer semua dapat dilaksanakan dengan cepat dan teratur.

Niatkan dalam hati lakukan dalam bentuk perbuatan, bahwa kita sebagai guru harus bisa mengikuti perkembang ilmu pengetahuan, sesuai dengan standar kompetensi seorang guru. Jangan kita guru mencari alasan seperti umur sudah tua atau hampir pensiun, tidak bisa belajar lagi, dan seribu alasan lainnya. Justru orang yang tidak mau belajar maka pikun akan cepat mendatanginya. Semangat, harigini TBC, sungguh terlalu !

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...