Beranda - Headline - Irdam Imran ; DPD RI Bawa Investor ke Bangka Selatan

Irdam Imran ; DPD RI Bawa Investor ke Bangka Selatan

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Toboali –¬†Untuk menindaklanjuti aspirasi daerah yang masuk ke Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Kepala Pusat Kajian Daerah (Puskada) Irdam Imran dengan membawa beberapa investor melakukan kunjungan ke Provinsi Bangka Belitung, Jumat (22/12/2017).

Kunjungan ke daerah Laskar Pelangi itu tepatnya ke Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Dimana daerah ini terkenal dengan daerah penghasil lada, karet dan pariwisatanya yang mumpuni.

Dilaporkan Irdam melalui pesan WA-nya, Kabupaten Basel merupakan daerah pemekaran, dan sekarang berpacu untuk bisa sejajar dengan kabupaten/ kota lainnya di Bangka Belitung.

“Kabupaten Basel ini posisinya sangat strategis karena menghadap langsung ke Laut Cina Selatan,” sebutnya.

Lanjut Irdam, dalam pertemuan dengan Bupati Basel Yustiar Noer di kediamannya di Toboali, terbersit harapan agar di Basel bisa dibangun pelabuhan laut dan bandara yang bisa mendukung percepatan pembangunan di sana.

Pembiayaan pembangunan daerah yang selama ini dibiayai oleh APBD dan APBN, menurut Irdam memang tidak memadai, apalagi utk pembangunan infrstruktur pelabuhan laut dan bandara.

“Untuk mengatasi pembiayaan pembangunan infrastruktur dan sektor lain perlu investasi dari dalam dan luar negeri,” katanya.

DPD RI sebagai lembaga perwakilan daerah berkewajiban untuk mendorong percepatan pembangunan daerah dengan memfasilitasi temu investor dengan pemerintah daerah.

Investor yang difasilitasi oleh DPD akan berinvestasi untuk pembangunan bandara di pasir putih Toboali. “Dengan dibangunnya fasilitas bandara tentu akan memudahkan wisatawan berkunjung ke Toboali,” tutup putera Minang yang berasal dari Kamang Mudiak Agam itu.

Dalam kunjungan lapangan ini investor juga tertarik investasi utk pengembangan pelabuhan laut Sadai. (Rel)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Sekda Pasaman Hadir di Diklat Penguatan Kepsek

Spiritsumbar.com – Untuk memberikan motivasi kepada kepala-kepala sekolah jenjang SD dan SMP yang sedang mengikuti ...