Beranda - Headline - Ini Proses Pelaksanaan Shalat Gerhana

Ini Proses Pelaksanaan Shalat Gerhana

Print Friendly

Spiritsumbar.com, Padang –  Jangan lewatkan! Banyak hikmah di balik peristiwa Gerhana Bulan Total (GBT) yang akan berlangsung Rabu, 31 Januari 2018. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengajak masyarakat menyaksikan, mengamati momen langka tersebut.

Sebagaimana dilansir, Duta.co dari keterangan, LAPAN menuliskan, peristiwa gerhana tersebut cukup langka. Sebab, gerhana ini terjadi saat bulan berada dalam konfigurasi Supermoon dan Blue Moon. Konfigurasi ini terakhir diamati pada 31 Maret 1866, atau 152 tahun silam.

Disebut Supermoon karena saat purnama bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi, sehingga ukuran bulan ini menjadi 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada biasanya. Sedangkan Blue moon adalah penamaan bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender.

Umat Islam disarankan untuk melaksanakan salat gerhana bulan. Berikut tatacaranya:
Ada tiga cara melaksanakan salat gerhana. Pertama, dengan cara yang paling ringan, sama dengan mengerjakan salat dua rakaat, sebagaimana dua rakaat yang lainnya.

Kedua, mengerjakan salat dua rakaat, di mana dalam setiap rakaat terdapat dua ruku’ dan dua kali berdiri untuk membaca surat-surat pendek, dengan tanpa dipanjangkan.

Ketiga, melaksanakan salat sama seperti tata cara yang kedua, hanya saja dengan memperpanjang berdiri, ruku’ dan sujud.

Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Baqoroh atau yang lainnya yang sama panjangnya dengan al-Baqoroh. Kemudian setelah ruku’ pertama membaca ayat seukuran 200 ayat surat al-Baqoroh. Rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca ayat sepanjang 150 ayat surat al-Baqoroh dan setelah ruku’ membaca seukuran 100 ayat surat al-Baqoroh.

Untuk mempermudah tahapannya seperti ini:

Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih dahulu.
Salat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.
Sebelum salat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan, ”Ash-shalatu jaami’ah.”
Niat melakukan salat gerhana bulan (khusufil-qamar), menjadi imam atau ma’mum.

Salat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.
Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud. (lihat gambar red.)
Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali
Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin (36) dan ar-Rahman (55), lalu raka’at kedua membaca al-Waqiah (56) dan al-Mulk (78)
Setelah salat disunahkan untuk berkhutbah sebagaimana khutbah biasa. Lazimnya membahas anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, bersedekah. (aswajamuda.com)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemain Semen Padang FC saat tour ke Pasaman Barat (foto MO SPFC)

Kalah dari Semen Padang FC, Ini Kata Sekda Pasbar

Spiritsumbar.com, Padang Tujuah – Tim Semen Padang kembali berhasil meraih hasil positif dalam tour Sumbar, di ...