Beranda - Covid19 - Ini Langkah Pemutusan Rantai Penularan Virus Corona Menurut Ketua IDI Sumbar
dr. Pom Harry Satria
dr. Pom Harry Satria

Ini Langkah Pemutusan Rantai Penularan Virus Corona Menurut Ketua IDI Sumbar

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Coronavirus disease 2019 (covid-19) atau virus corona telah menjadi catatan kelam sejak awal tahun 2020. Dampak Virus corona jenis baru, severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) tidak hanya masalah banyaknya jatuh korban, tapi juga Alat Pelindung Diri (APD) para petugas medis.

Sebagaimana dilontarkan Ketua IDI Sumbar dr. Pom Harry Satria, ada beberapa prioritas dalam penanganan virus corona di wilayah Sumbar. Yang paling utama yaitu penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. “Karena mereka yang paling beresiko tertularnya virus corona dari pasien yang positif,” sebut dr.Pom dalam sambutannya pada Rakor OPD terkain penanganan Covid 19 di Sumbar, Rabu (8/4/2020).

Prioritas kedua, IDI Sumbar berpandangan bahwa diagnosis definitif terhadap PDP harus dapat dilakukan segera mungkin, oleh karena itu diminta melalukan swap pasien PDP hari pertama rawatan dan pada keadaan hasil pemeriksaan pertama negatif, maka dilakukan swap ulang pada hari ketiga rawatan.


Artikel Lainnya

loading…


Pasien hasil swap kedua kali negatif dapat dianggap sebagai kasus non Covid. Hal ini diharapkan memperpendek masa observasi terhadap PDP dan mempercepat tatalaksana definitif pada pasien yang positif.

Prioritas ketiga, untuk mendukung upaya dignosis difinitif yang cepat tersebut, perlu dilakukan pendistribusian yang cepat dan efektif Viral Transport Media (VTM) keseluruh rumah sakit. “Nantinya akan dikawal oleh Dinas Kesehatan Sumbar, melalui tim Satgas SARS COV2 di seluruh IDI cabang Sumbar,” kata dr. Pom.

Prioritas keempat, pemeriksaan RT PCR dapat mendukung percepatan penegakan diagnosis penderita Covid-19. Oleh karena itu IDI mendorong untuk segera aktifkan RT PCR dan ada jaminan untuk menyuplainya. Pemeriksaan harus standar Bio Safety Level 2 (BSL 2) petugas diwajibkan menggunakan APD sesuai standar.

Kemudian untuk Prioritas kelima dr. Pom berharap pemerintah bisa mengaktifkan semua sumber daya manusia yang ada di Puskesmas sebagai petugas pelaksana surveilance dan pengawasan OPD atau PDP yang menjalani isolasi mandiri. “Saya ingin pengawasan ini melekat pada seluruh pendatang, terutama yang berasal dari daerah zona merah pandemik,” harapnya.

Dalam penetapan Orang Tanpa Gejala (OTG) harus memiliki tanggal penetapan status tersebut secara tegas, hingga OTG atau ODP yang telah menjalani isolasi selama 14 hari tanpa gejala, dapat segera dipastikan pencabutan statusnya. (Salih)

Simak Video : Ada Apa Dengan Corona



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Camat Sungai Tarab saat meninjau kesiapan objek wisata Duo Bidadari

Jelang New Normal, Sungai Tarab Gali Potensi Duo Bidadari

Spiritsumbar.com, Tanah Datar – Masa pendemi Covid-19 sudah akan memasuki masa Normal Baru. Dimana aktivitas ...