Selasa , 24 September 2019
Beranda - Headline - Ini Lagu Semboyan Bidan Puskesmas Salido
Ketua Tim Verifikasi Kegiatan Lomba Verifikasi Fasilitas Kesehatan Keluarga Berencana (Kb) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), Irma, Bersama Bupati Pessel, Hendrajoni dan Wakil Ketua DPRD, Aprial Habbas. (foto Niko – Spirit Sumbar)
Ketua Tim Verifikasi Kegiatan Lomba Verifikasi Fasilitas Kesehatan Keluarga Berencana (Kb) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), Irma, Bersama Bupati Pessel, Hendrajoni dan Wakil Ketua DPRD, Aprial Habbas. (foto Niko – Spirit Sumbar)

Ini Lagu Semboyan Bidan Puskesmas Salido

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Cukup punya anak dua tapi sehat. Begitu semboyan lagu yang disampaikan oleh beberapa bidan di puskemas Nagari Salido, Kabupaten Pesisir selatan, baru ini dalam kegiatan lomba verifikasi fasilitas kesehatan keluarga berencana (KB) metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Dengan masuknya, Puskesmas salido ini sebagai  nominasi lomba verifikasi fasilitas kesehatan KB MKJP regional II Tingkat Nasional, pemerintah daerah memberikan apreasiasi atas kemajuan yang dicapai.

Aprial Habbas, Wakil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) daerah itu mengatakan bahwa loncatan tersebut  merupakan sebuah langkah dan momentum agar dapat menyamai prestasi dengan daerah-daerah lainya.

Selaku mitra pemerintah daerah, katanya akan selalu mendukung bentuk program demi kemajuan masyarakat. Bahkan Puskesmas yang tidak memiliki gedung Aula ini akan diupayakan dalam pengesahan anggaran pembangunanya pada tahun 2017. “Saya instruksikan agar kepala dinas kesehatan mengajukan proposal untuk pembangunan Gedung Aula Puskemas Salido sekitar 200 juta lebih” terangnya.

Lanjutnya, menyoal Program KB adalah erat kaitanya  dengan jumlah pertumbuhan penduduk. Justru itu, melalui KB MKJP masyarakat diharapkan melaksanakan program tersebut  secara efektif yang berguna demi kemajuan masyarakat. “Dari data tahun 2014, Pesisir selatan  terdiri dari 570 ribu hektar dengan jumlah 513 ribu penduduk. Oleh karena itu, kita berharap KB MKJP berjalan sukses sebagai program pembangunan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat” jelasnya.

Sementara, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan jangan berepdoman pada sistem kehidupan yang lama jika ingin hidup sejahtera “ dulu banyak anak banyak rezki. Itu budaya orang dulu. Kalau sekarang bukan begitu lagi. Cukup punya dua anak asalkan sejahtera”ungkapnya.

Lanjutnya, melalui pelayanan KB MKJP diharapkan semoga memberikan kontribusi penuh dalam waktu kedepan demi kesejahteraan masyarakat daerah itu.

Sedangkan mengenai rencana pembangunan Gedung Aula Puskesmas Salido, katanya  akan disusulkan segera asalkan pihak DPRD tidak mempersulit. “ Kita coba ajukan nanti, yang penting DPRD nya tidak mempersulit”ujar dia.

Ketua tim  verifikasi fasilitas kesehatan keluarga berencana (KB) metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) Irma, mengatakan sangat bangga, bahwa seperti yang disampaikan  DPRD menyebutkan bahwa program itu adalah program pembangunan berkelanjutan. “Karena itu memang betul, poin penting dari program KB MKJP adalah pembangunan berkelanjutan. Tidak hanya untuk saat ini saja tapi juga demi keberlangsungan generasi kedepan yang membuat kehidupan keluarga sejahtera”tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa KB MKJP harus sesuai reproduksi dan harus seimbang. Jika selama ini menggunakan pil jangan lupa untuk dikonsusmi secara terus beraturan “Jika tidak maka hamil lagi, begitupun yang pakai suntik semua harus balance”katanya.

Sedangkan Kepala Puskesmas Salido , Yuni Andra, menyebut saat ini capaian MKJP di tempatnya merupakan pengguna terbanyak dengan menerapkan metode implan. Banyak program yang dilakukan oleh puskesmas itu. Salah satunya kelas hamil mandiri. Untuk menykuseskan itu,bahkan katanya pihak puskesmas juga melakukan kunjungan kerumah masyarakat yang melibatkan berbagai unsur terkait.

Dari informasi yang dihimpun, bagi pemenang lomba KB MKJP penghargaan nya akan diberikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Kupang.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Limapuluh Kota Kembali Gelar Diklat Cakepsek

SPIRITSUMBAR.com, Limapuluh Kota – Dalam rangka memenuhi kebutuhan jumlah kepala sekolah di jenjang pendidikan dasar ...