Beranda - Pariwisata - Event - Ini Jadinya Saat Guru Pria Sibuk Memasak

Ini Jadinya Saat Guru Pria Sibuk Memasak

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Pesisir Selatan – Suasana meriah yang diiringi gelak tawa pecah di SMPN 4 Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Senin, 25 Desember 2019.

Usai melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru, 13 pendidik dan tenaga kependidikan (GTK) pria adu kemampuan untuk menciptakan nasi goreng terenak. GTK pria ini dibagi enam kelompok. Dimana satu kelompok terdiri atas 2 orang.

Mereka yang ikut terdiri lima kelompok, yakni Afrizal – Guswanto, Syahril – Rivo, Dasril – Saribulih, Dian – Robby dan Yudi – Darmadi. Satu kelompok sudah gugur sebelum bertanding.

Video Pilihan : Juru masak bikin Ulah




Suasana terasa meriah, tatkala kelompok V yang dikenal dengan “ruang galau” memasuki lokasi acara. Munculnya, nama ruang galau, lantaran guru IPS ini harus mangkal di Ruang BK, lantaran ruang guru masih dalam status rehab yang sudah berlangsung hampir 6 bulan.

Artikel Lainnya

loading…


Apalagi, dua chef yang terdiri dari Dasril dan Saribulih tampil dengan suasana berbeda. Selain celemek dengan menggunakan kain sarung juga mendapat dukungan dari para majelis guru dan siswa.

Berbagai atraksi juga mereka lakukan yang justru mengundang tawa dari para penonton. Tak terkecuali tiga orang juri, yakni Hj. Fatmawati, Yulnidalti dan Elva seperti terpaku dengan atraksi kelompok Galau dalam melakukan penilaian.

Walau begitu, para guru perempuan sepertinya tidak tega membiarkan guru pria mempersiapkan makanan. Sesekali, para ibu guru ini ikut memberikan bantuan.

Walau pada awalnya dilarang, namun para juri tidak bisa berbuat banyak. Karena, semua kelompok mendapat bantuan dari guru perempuan.

Sebutlah Endriyani yang fokus membantu kelompok Syahril – Rivo, Elva yang juga berstatus juri, namun ikut memberikan bantuan pada kelompok Afrizal – Guswanto.

Sementara Kelompok Dasril – Saribulih justru mendapat bantuan dari banyak guru. Di kelompok ini ada Wiwik Nawati, Watitriani, Revi Trilawati dan sesekali datang Deswanti Kurniawan yang memberikan bantuan secara dadakan.

Malahan, Kelompok Yudi – Darmadi nyaris dikerjakan Herlina Nasution. Apalagi, kelompok ini hanya memanfaatkan sisa – sisa bahan baku kelompok lain. Maklum, sebelumnya, kelompok ini memang tidak menyiapkan bahan baku atau bumbu untuk memasak.

Alhasil, pada hari itu, para guru dan siswa benar benar menikmati nasi goreng dari hasil masakan dari koki dadakan. Mengenai kelompok yang terbaik, baru bisa diketahui hari Jumat (29/11/2019) saat kegiatan kultum. (Salih)



loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Potensi Danau Maninjau Antara Ada dan Tiada

SpiritSumbar.com Padang – Danau Maninjau merupakan satu kawasan yang cukup indah dengan segala potensi besar ...