Kamis , 19 September 2019
Beranda - Headline - Ini Dia Unjuk Rasa Teraneh di DPRD Padang
Erisman ikut menjadi orator pedemo
Erisman ikut menjadi orator pedemo

Ini Dia Unjuk Rasa Teraneh di DPRD Padang

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar РRencana Rapat Paripurna  pengambilan Keputusan pemberhentian Erisman dari Jabatannya diwarnai dengan aksi unjuk rasa dari puluhan warga dan Pedagang Pasar Raya yang mendukung Erisman.

Dengan malakukan orasi di depan Gedung DPRD mereka meminta paripurna dibatalkan karena mereka menilai adanya kriminalisasi terhadap Erisman. Mereka juga menilai putusan BK syarat dengan kepentingan.

Selain orasi pengunjukrasa juga membawa sejumlah spanduk dan karton betulisan dukungan terhadap Erisman. Mereka juga mendesak agar pimpinan hadir menemui mereka di depan gedung DPRD. Unjuk rasa warga tersebut juga dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Aksi damai ini dilakukan untuk menolak pelaksanaan paripurna putusan Badan Kehormatan (BK) terhadap Erisman yang sudah diagendakan.

Ia menegaskan penetapan putusan terhadap Erisman tidak main-main karena menyangkut kepentingan masyarakat Kota Padang.

Pengunjuk rasa juga menyuarakan agar lembaga itu mengembalikan Erisman sebagai ketua lagi karena sejak kepemimpinannya selama dua tahun terakhir hanya dipenuhi dengan polemik dan berbagai tuduhan.

Anehnya, kehadiran pengunjuk rasa yang menolak putusan BK atas sanksi sedang terhadap Erisman tersebut, justru diterima langsung oleh Erisman sendiri. Dihadapan ratusan polisi dan puluhan pengunjuk rasa Erisman malah bertindak seperti sebagai orator.

Dalam penyampaiannya, berkali-kali dia menuding telah dizalimi. Bahkan, dia juga menyentil dewan digaji hanya sekedar berpolemik. Lebih aneh lagi dia seperti meyakinkan bahwa para pengunjuk rasa tidak dibayar untuk berunjukrasa datang ke DPRD Padang.

Walaupun agenda penetapan surat keputusan pemberhentian Erisman gagal dilaksanakan pada Jumat, (23/7/2016)  namun agenda sebelumnya yakni pembacaan putusan oleh BK tetap dilaksanakan. Ketua BK DPRD Padang, Yendril dalam pembacaan laporan BK menyampaikan putusan nomor 04/PTS/BK/DPRD-Pdg/VI/2016 terkait pelanggaran kode etik Erisman dijatuhi sanksi sedang yakni pmberhentian dari pimpinan DPRD dan pimpinan alat kelengkapan dewan.

Hal tersebut diputuskan berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi dan alat bukti serta mempelajari dugaan pelanggaran kode etik yang telah tersebar luas di masyarakat dan media massa.

Selain itu, dalam laporan keputusan BK tersebut disebutkan Erisman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar kewajiban sebagai anggota DPRD. Pelanggaran itu ialah menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah (Pasal 32 huruf h Peraturan DPRD Padang nomor 01 tahun 2010) jo melanggar etika dan melanggar kewajiban (Pasal 95 huruf g), Peraturan Tata Tertib DPRD Padang nomor 01 tahun 2015 dan larangan (Pasal 12 huruf (e) jo Pasal 12 huruf (h) jo Pasal 13 ayat (10)), Kode Etik DPRD Padang nomor 3 tahun 2015.

Sebelumnya: Dilengserkan, Nasib Erisman Makin Menggantung

DATUAK

Baca The Public, Terbit Tiap Senin
Baca The Public, Terbit Tiap Senin
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Perkuat Kewenangan DPD RI Dengan Politik Hukum

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Kewenangan DPD RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dapat diperkuat dengan politik hukum, ...