Beranda - Berita Pilihan - Ini Awal Polemik Pengangkatan drg. Tomi Jadi CPNS

Ini Awal Polemik Pengangkatan drg. Tomi Jadi CPNS

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Usai sudah permasalahan Seleksi CPNS Kab.Solok Selatan tahun 2018 a.n Romi Syofpa Ismael.

Dokter gigi ini adalah salah satu tenaga PTT di lingkungan Pemerintah Daerah Kabuopaten Solok Selatan yang mengikuti tes CPNS daerah formasi 2018 dari pendaftaran umum.

Namun masalah yang terjadi ketika dokter gigi ini dinyatakan lulus dalam tes tersebut banyak masalah yang timbul. Ini terjadi, akibat syarat dan ketentuan yang berlaku pada penseleksian yang rancu pada standard syarat dan aturan. Akibatnya CPNS ini tidak dapat meneruskan dan di nyatakan gugur.




Berita menuai akibat kesalahpahaman antara Pemkab Solok Selatan dan Romi Syofpa Ismael di media sosial maupun media cetak serta elektronik akibat pencabutan status CPNS daerah ini, dengan alasan tidak memenuhi aturan dan standar. Karena adanya kekurangan dan cacat fisik ( disabilitas).

Artikel Lainnya

loading…


Perjuangan Romi sampai saat itu mengadu kepada Wakil Gubernur H. Nasrul Abit dan mendapat tanggapan serius.

Dalam perjalanan proses ini wakil gubernur sempat menyurati dan menanyakan kepada Bupati solok selatan.  Namun belum dapat jawaban, dan pada akhirnya Romi menyurati presiden atas perlakuan diskriminasi.

Akhirnya pemerintah memutuskan mengembalikan hak drg Romi syofpa Ismael sebagai CPNS daerah kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat.

Kesepakatan itu di sampaikan dalam rapat koordinasi di Kantor Staff Presiden (KSP). Hadir dalam rapat tersebut Ketua Deputi V Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani, Wakil Gubernur Sumatera Barat,  H. Nasrul Abit dan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria.

Dalam kesempatan ini Wakil Gubernur Sumbar menyampaikan, ini adalah pelajaran bagi Pemda lain. Penafsiran jasmani dan rohani sebagai salah satu syarat CPNS.

Namun kasus Romi ini beda karena para penyandang disabilitas juga punya hak dan kesempatan yang sama seperti PNS lain. Pemda, BUMD, BUMN wajib mempekerjakan penyandang disabilitas paling sedikit dua persen.

Di saat penerimaan CPNS itu di kabupaten Solok Selatan tersedia tiga formasi posisi untuk penyandang disabilitas, saat ini baru dua terisi di posisi tersebut.

Namun Muzni Zakaria setelah konsultasi dengan pemerintah pusat, pihaknya akan memulihkan hak drg Romi menjadi PNS di daerahnya. Nanti Romi akan berdinas di RSUD setempat “ ujar Muzni.

Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN RB), No B/861/M.SM.01.00/2019 Perihal Permasalahan Seleksi CPNS Kab.Solok Selatan Tahun 2018 an. Romi Syofpa Ismael, yang merujuk surat Bupati Solok Selatan Nomor 800/135/VII/BKPSDM -2019 tanggal 31 Juli 2019. Pada prinsipnya sependapat dengan rekomendasi dari PANSELNAS, Untuk itu di amabil kebijakan antara lain perubahan SK Mentri PANRB No.24 thn 2018 tentang Penetapan Kebutuhan CPNS Kab Solok Selatan thn 2018.

Khususnya Formasi Dokter Gigi Ahli Pratama di RSUD semula 1 (satu) menjadi 2 (dua) sehingga jumlah total formasi Dokter Gigi Ahli Pratama menjadi 4 (empat). Perubahan Formasi Tersebut tidak mengubah jumlah alokasi secara keseluruhan sebanyak 211 (dua ratus sebelas)



Selanjutnya guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas yang bersangkutan, Menteri meminta penugasan yang bersangkutan di RSUD di wilayah Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Selanjutnya Pemerintah Daerah segera secara tekhnis berkoordinasi dengan badan Kepegawaian Negara. (EF PHB)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Selebrasi Amiruddin Bagus usai mencetak gol

Tertinggal Terlebih Dulu, Timnas U-18 Berhasil Tahan Malaysia

SPIRITSUMBAR.com, Vietnam – Tim Nasional (Timnas) U-18 Indonesia untuk sementara bermain imbang 1-1 dengan Malaysia ...