Selasa , 25 Februari 2020
Beranda - Berita Pilihan - Infrastruktur Jalan Buruk, Kepsek Pilih Jadi Guru Biasa

Infrastruktur Jalan Buruk, Kepsek Pilih Jadi Guru Biasa

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Solok – Buruknya infrastruktur jalan menuju Sekolah Dasar Negeri 09 Pianggu mebuat Elni Maslen S.Pd tidak mau menjadi kepala sekolah dan memilih jadi guru biasa di sekolah dekat rumahnya.

Kepala Sekolah Dasar di SDN 11 Pianggu, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok ini dimutasi menjadi Kepsek SDN 09 Pianggu, meski masih di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi. Perpindahan Kepsek tersebut sesuai dengan SK Bupati Solok Nomor 821.2/812BKPSDM-2020 tanggal 03-01-2020 tentang guru diberi tugas Sebagai Kepala Sekolah




Kepindahannya,  disambut rasa sedih dan tangis haru oleh majelis guru dan Komite Sekolah yang menilai Kepsek Elni Maslen sudah sangat berprestasi membawa SD negeri 11 sejajar dengan sekolah lain di Kabupaten Solok.

Artikel Lainnya

loading…


Akan Tetapi karena lokasi sekolahnya sangat jauh dan kondisi jalan yang sangat buruk,  Elni Maslen lebih  memilih mundur menjadi Kepsek dan menjadi guru biasa yang lebih dekat ke rumahnya.

Ketua Komite Sekolah SD negeri 11 Pianggu,  Salmi Hayati mengatakan, Buk Kepsek Elni Maslen sudah membawa perubahan yang banyak untuk sekolah ini,  namun sangat disayangkan beliau sudah dipindahkan ke sekolah lain,” ujarnya di Pianggu Rabu (15/1/2020).
Kami mengucapkan terimakaih atas pengabdian serta kebersamaan ibuk Elni Maslen selama kurang lebih 2 tahun bertugas di SDN 11 Pianggu. Kehilangan buk Elni Maslen sangat dirasakan masyarakat Pianggu,  karena Jasa dan semangat kerjanya amat luar biasa.

“Perpisahan ini ibarat kehilangan kompas, kami tak tahu arah kemana. Semoga setelah berpisah, kita dapat kembali bersama beliau lagi karena ikatan yang kuat. Bagi kami Beliau adalah Seorang pemimpin yang arif dan bijaksana, baik, ramah dengan tutur sapa yang manis, disiplin mudah bergaul dan bisa merangkul  masyarakat untuk saling bekerjasama. Beliau bukan seorang atasan yang hanya menyuruh mengerjakan sesuatu saja, melainkan merangkul untuk bisa meraih kesuksesan bersama, karna beliau seorang pemimpin yang hebat dan berprestasi yang hadir bersama kami untuk membuat sebuah perobahan,” ungkap Salmi Hayati.

Lebih jauh dikatakannya, karena dipindahkan terlalu jauh dari kediaman,  akhirnya Kepsek menolak untuk menurut Sekolah baru dengan cara tidak menghadiri undangan Sertijab yang digelar pada hari Kamis tanggal 9 Januari 2020 di SDN 04 Taruang-Taruang.

Bahkan Elni Maslen rela mengundurkan diri jadi kepala sekolah dan memilih untuk mengabdi jadi seorang guru biasa. Kebijakan ini ia ambil karena ia tak sanggup berkendara di jalan akan  dilalui setiap hari. Disamping itu, kondisi fisiknya juga tidak mengizinkan untuk meggunakan sepeda motor pergi pergi ke sekolah.

“Usia saya sudah lanjut dan kesehatan saya tak memungkinkan lagi berkendara dijalan buruk. Saya mengalami kram tangan saat berkendara, jika dipaksakan maka kemungkinan besar saya akan mengalami kecelakaan. Dan lebih parah lagi saya akan sering tak masuk kantor dan ini tentu saja akan mengecewakan murid SDN 09 Pianggu,” ujarnya.



Sementara itu, Ketua DPRD kabupaten Solok,  Jon Pandu berharap agar pada saat mutasi akan digulirkan,  tolong perhatkan juga kondisi fisik Kepsek dan mempertimbahkan jarak jauh dekat seorang Kepsek dengan sekolah yang akan diugaskan.( eri )

Simak Video : Ekspresi Guru Honor Dapat Hadiah Motor

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Kecil, Komite II DPD RI : Program Kerja Kementan Harus Didukung

Anggaran Kecil, Komite II DPD RI : Program Kerja Kementan Harus Didukung JAKARTA-Komite II DPD ...