Beranda - Headline - Indahnya Hamparan Pulau dari Bukit Ransam
Gaya bebas di bukit ransam dengan latar belakang Pulau Syetan

Indahnya Hamparan Pulau dari Bukit Ransam

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Menggunakan 2 motor boat, Anggota koperasi keluarga SMPN 4 Tarusan yang berjumlah 40 orang menerobos deburan ombak menuju Bukit Ransum.

Kejernihan air bak kristal dan loncatan ikan yang berpacu membuat suasana semakin tenang. Tapi hanya sesaat, rombongan telah berada dipinggir pantai nan tenang. Bukit Ransam adalah lokasi pertama yang disinggahi untuk berdiskusi, mengisi perut dan menunaikan kewajiban sebagai umat muslim.

Walau lokasi ini bukan target utama untuk berekreasi, namun rayuan ombak dan desiran angin telah menarik bebarapa anggota rombongan untuk merendam diri.

Usai Shalat Dhuhur dua boat yang berisikan para pencerdas bangsa ini kembali membelah laut. Tujuannya adalah menikmati aneka permainan di Pulau Syetan. Nama boleh mengerikan tapi suasana pulau telah membuat suasana menjadi ceria.

Apalagi, sungguhan aneka permainan telah menghiasi pulau ini. Dengan modal Rp150 ribu pengunjung sudah bisa menikmati keindahan laut sambil mengendari jet ski selamat 15 menit. Malahan itu bisa membonceng 2 saudara yang lain.

Namun, inilah salah satu yang ikut merusak pariwisata, karena 15 menit waktu yang disepakati seperti dikorting oleh pengelola. Dari perhitungan The Public yang ikut menikmati Jet Ski, ternyata hanya 10 menit sudah harus disuruh menepi.

Selain itu, sorak sorai anggota rombongan juga terlihat saat menikmati Donat dengan kapasitas 6 orang. Untuk menaiki donat, setiap pengunjung dikenakan Rp30 ribu. Atraksi lain yaitu Banana yang dikenakan tarif Rp25 ribu per pengunjung.

Selanjutnya: Candaan Ikan di Terumbu Karang

Sebelumnya: [1]   [2]   [3]   [4] Selanjutnya

 

cover Edisi 23 (Terbit Tiap Senin)
cover Edisi 23 (Terbit Tiap Senin)
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bagindo M Leter Rindukan Sosok Donny Moenek

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Walau hanya beberapa bulan menjadi Penjabat Gubernur Sumbar, namun Reydonnyzar Moenek telah ...