Beranda - Berita Pilihan - Imlek untuk Kedamaian
Sandy Sintia bagi-bagi masker bersama Kompak saat kabut asap menghajar Kota Padang - Foto: Dok/Spirit Sumbar
Sandy Sintia bagi-bagi masker bersama Kompak saat kabut asap menghajar Kota Padang - Foto: Dok/Spirit Sumbar

Imlek untuk Kedamaian

Print Friendly, PDF & Email




Spirit Sumbar – Ketua LPM Kelurahan Belakang Pondok Sandy Sitia berharap perayaan Imlek tahun ini membawa kedamaian bagi segenap masyarakat. Perayaan Imlek harus dirayakan secara sederhana tetapi tidak mengurangi kemeriahannya sebagai tanda pertukaran tahun pertanggalan Cina.

Di zaman Gus Dur sebagai Presiden RI, Imlek telah diakui oleh Negara sebagai perayaan hari besar keagamaan yang ditandai dengan tanggal merah di kalender. Hari tersebut menjadi hari libur nasional. Khususnya di Kota Padang, perayaan Imlek yang merupakan lebaran bagi warga keturunan Tionghoa dan sudah menjadi tradisi yang turun temurun itu dipusatkan di kawasan Pondok.

“Yang paling penting itu adalah bagaimana menjalin silaturahmi dan kekompakan di antara sesama masyarakat. Khususnya keturunan Tionghoa, maupun dengan masyarakat lainnya. Baik di kawasan Pondok serta daerah lainnya. Keberagaman yang ada itu adalah anugerah dan harus kita jaga dan rawat bersama,” ujar Ketua LPM Belakang Pondok, keturunan Tionghoa ini.

Di kawasan Pondok, Kota Padang hidup beragam etnis. Kadang daerah itu disebut dengan miniaturnya Indonesia. Bermacam suku bangsa dan warga keturunan ada di sana. Minang, Batak, Jawa, Nias, Arab, India dan Tionghoa, serta keturunan lainnya berbaur menjadi satu.

Maka wajar, saat menyampaikan program LPM yang dipimpinnya,merawat keberagaman yang selama ini telah terbina dengan baik. “Sehingganya dengan persatuan dan kesatuan yang kuat diantara sesama warga, kita harap apa yang menjadi cita-cita bersama untuk kemajuan Kelurahan Belakang Pondok ke depan itu dapat terwujud,” kata pemilik penginapan Wisma The Blossom di Jl. Hayam Wuruk No. 30 B Padang dan Tamarisho Shoes (agen sepatu safety Caterpilar) itu.

Dia menambahkan ke depan akan lebih menititkberatkan kepada perbaikan infrastruktur lingkungan ke arah yang lebih baik lagi. apakah itu jalan-jalan kampung, riol-riol maupun sarana dan prasarana penunjang lainnya. Kebersihan lingkungan yang terbebas dari sampah, keamanan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sinergi dengan aparat kelurahan dan pihak terkait lainnya, katanya, ke depan akan lebih ditingkatkan lagi. Apa yang telah dikerjakan oleh Lurah Syamsuddin dan pengurus LPM selama ini telah dirasakan masyarakat dengan beberapa prestasi yang telah diraih, khususnya penghargaan-penghargaan dari Pemko Padang,” ujar Sandy Sitia pernah aktif sebagai pengurus Partai Amanat Nasional(PAN) Kota Padang.

Saat ini Sandy Sintia masih tercata sebagai Ketua LSM Matahari Sepakat, Wakil Ketua Kompak (Komunitas Masyarakat Padang Kota Tercinta) dan Anggota HBT (Himpunan Bersatu Teguh) serta organisasi-organisasi keagamaan.

Sementara di lingkunganya, Sandy sangat aktif di lingkungannya. Sebelum menjabat Ketua LPM Kelurahan Belakang Pondok, Sandy pernah menjadi Ketua RT, Ketua RW, Ketua BKM (Badan Kesehatan Masyarakat), dan Sekretaris LPM sebelum ia menjabat sebagai ketua. “Bagi saya, teman adalah segalanya,” yang memiliki 5 saudara ini (laki-laki semua) .

Berkat aktif berorganisasi dan bermasyarakat itu Sandy mempunyai banyak kawan karena bergaulnya yang supel dan tidak membeda-bedakan latar belakang seseorang. Kadang tidak lagi kelihatan bahwa ia keturunan Tionghoa.

Sandy yang pernah menggeluti bisnis ekspor hasil bumi dan supplier kebutuhan harian dengan konsumen di seluruh Sumbar ini juga berkecimpung dalam dunia pers. Dia tercatat sebagai Anggota PWI Sumbar. Secara bersama, Sandy juga terlibat menerbitkan Koran Media Sumbar bersama Rizal Ramon dan Infai (alm).

PALIMO

Lebih Lengkap, baca:

The Public Edisi 10/Th.III/02-08 Februari 2016

(Terbit Setiap Senin)

Cover THE PUBLIC Edisi 10
Cover THE PUBLIC Edisi 10

 

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Baru Menjabat, Kapolres Sijunjung Tangkap Resedivis Narkoba

SPIRITSUMBAR.com –  Kapolres Sijunjung, Polda Sumatera Barat, AKBP Driharto dan jajarannya berhasil menangkap resedivis narkoba. ...