Beranda - Headline - Ikut Peparnas, Dua Pebowling Pessel ke Bandung
Atlet bowling NPC Pessel, foto bersama jajaran KONI (foto Koni Pessel – Spirit Sumbar)
Atlet bowling NPC Pessel, foto bersama jajaran KONI (foto Koni Pessel – Spirit Sumbar)

Ikut Peparnas, Dua Pebowling Pessel ke Bandung

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Dua Atlet Bowling dari National Paralimpic Commitee (NPC) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat, ikut berlaga di Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Bandung, Jawa Barat pada 15-24 Oktober mendatang.

Kedua atlet siswa berkebutuhan khusus (disabilitas) binaan NPC (Organisasi Olahraga Bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus) tersebut, Ruli Wahyudi (Painan-Kecamatan IV Jurai) dan Epon Hendra Yanto (Air Haji-Kecamatan Linggo Sari Baganti). Mereka lolos seleksi Paralympic tingkat provinsi pada 26 – 29 Juli lalu di Padang.

“Ini jelas membuat kita bangga. Semoga, prestasi ini dapat berlanjut. Harapannya, bisa mengharumkan nama daerah (Kabupaten Pessel) diajang Peparnas XV,” kata Welly Hendra, Ketua KONI Pessel, di Painan, Minggu, 9/10/2016.

Welly menerangkan, Peparnas adalah ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia.

Tahun ini, diikuti 34 kontingen provinsi se-Indonesia. Dengan jumlah nomor pertandingan terbanyak, yakni 13 cabang olahraga (cabor), serta diikuti 2.355 atlet. Cabor dipertandingkan adalah Atletik, Angkat Berat, Bola Voli Duduk, Catur, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Sepak Bola, Bowling, Panahan, Renang, Bulu Tangkis, Judo, dan Goal Ball.

“Pertandingan Peparnas seluruhnya digelar di Bandung, sebagian menggunakan venue yang digunakan untuk PON lalu. Untuk cabor bowling, berlokasi di Siliwangi Bowling Center,” tambah Gestro Joni, Sekretaris KONI Pessel.

Raflenova Yulanda, Bendahara KONI Pessel menyebut, sebagai pemacu prestasi kedua atlet tadi, pihaknya juga ikut membantu dana keberangkatan. “Kita (KONI Pessel) bantu sebanyak Rp10 juta,” katanya.  (Rel)

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Teja Paku Alam

Teja Paku Alam Gantikan Awan Setho di Timnas Senior

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy memutuskan memanggil kiper Semen Padang, Teja Paku ...