Beranda - Headline - Idul Adha, OSO Berbagi Rumah pada Sanak Saudara
Oesman Sapta Odang menyerahkan 50 unit rumah dikampung halamannya
Oesman Sapta Odang menyerahkan 50 unit rumah dikampung halamannya

Idul Adha, OSO Berbagi Rumah pada Sanak Saudara

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Kayon-  Momen Idul Adha 1440 H bertepatan 2019 Masehi dimanfaatkan Ketua DPD Oesman Sapta untuk berbagi kepada masyarakat termasuk saudaranya di kampung halaman, Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Senator yang karib disapa OSO itu membagikan 50 rumah yang dibangunnya di Sukadana, KKU, Kalbar. Puluhan rumah itu dinamakan Komplek Perumahan Anjang Odang.

Rumah itu langsung menghadap laut lepas Selat Karimata, dan juga Gunung Palung. Masing-masing 25 rumah dibangun berhadapan. Satu rumah memiliki luas tanah 200 meter, dan bangunan 50 meter.


Ada dua kamar di dalamnya. Selain rumah, Oesman Sapta juga memberikan isi berupa kursi tamu dan kasur untuk masing-masing rumah. “Sebetulnya ini adalah salah satu program saya, kembali ke desa. Jadi, kalau dari desa asal usulnya, jangan pernah lupakan desa,” kata Oesman Sapta.

Artikel Lainnya

loading…


Pembagian rumah itu dihadiri puluhan saudara sepupu atau ahli waris yang berhak menerima bangunan tersebut, dan disaksikan Bupati KKU Citra Duani serta Kapolres KKU AKBP Asep Irpan Rosadi. Sistem pembagian juga cukup unik. Sebanyak 50 bola pingpong warna kuning sudah disediakan di dalam sebuah wadah. Masing-masing bola sudah bertuliskan blok dan nomor rumah. Kemudian satu per satu nama sepupu atau ahli warisnya dipanggil untuk mengambil “undian” yang ada di bola pingpong yang sudah dimasukkan dalam sebuah wadah tersebut. Nah, yang mendapat nomor B5, atau A1, misalnya, langsung menuju rumah tersebut. Kuncinya sudah digantung di pintu. Setelah rumah dibagikan, maka blok dan nomor harus dicabut. Diganti dengan nama pemiliknya masing-masing. “Jadi keluarga kalau lewat jadi tahu ini rumah siapa. Yang penting ini sepupu saya,” ucap Oesman Sapta.

Sepupu maupun ahli waris sangat antusias mengikuti program tersebut. Oesman Sapta pun sesekali bercanda dengan sepupunya atau yang mewakili. “Kalau tidak begini, susah mau kumpulnya,” ungkap pria kelahiran Sukadana 18 Agustus 1950 itu.

Oesman Sapta mengatakan, Sukadana memang punya banyak kisah menarik dan bersejarah baginya. Bahkan, kata Oesman Sapta, tidak sedikit orang yang tertarik dengan kabupaten yang penuh dengan kesederhanaan. “Bupati juga ambisius membangun sarana dan prasarana untuk menyejahterahkan warganya, saya sebagai keluarga besar berkewajiban menghidupi keluarga di sini, dan memberikan lapangan pekerjaan dan hunian yang layak,” papar Oesman Sapta.

Halaman   [  1  ]    [  2  ]



 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Selebrasi Amiruddin Bagus usai mencetak gol

Unggul Terlebih Dulu, AkhirnyaTimnas U-18 Tertahan

SPIRITSUMBAR.com, Vietnam – Luarbiasa perjuangan para pemain Tim Nasional (Timnas) U-18 Indonesia. Sempat unggul, namun ...