Beranda - Headline - Hanya Empat Tahun, Merah Putih Sudah Tak Bertuan
Gedung SD Sungai Aur yang memprihatinkan
Gedung SD Sungai Aur yang memprihatinkan

Hanya Empat Tahun, Merah Putih Sudah Tak Bertuan

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Sungai Aur – Salah Satu bangunan yang pernah memberi kontribusi kepada warga Pasaman Barat khususnya dikejorongan Trans Bukik Malintang, Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, tidak lagi terurus.

Terlihat, bangunan yang tidak digunakan lagi sebagai Sekolah Dasar (SD) itu sangat mengkhawatirkan dan nyaris roboh.

Dusti (52) Salah seorang warga warga jorong Trans Bukik Malintang saat ditemui Minangsatu.com mengatakan, bangunan ini dahulunya pernah digunakan untuk menimba ilmu bagi anak- anak trans dan warga setempat.

“Karena adanya perpindahan sekolah ke SD N 19 Sungai Aur, sekolah ini jadi ditinggalkan, dan kondisinya pun seperti ini lah lapuk termakan usia ” ucapnya sembari bercerita.
Ia berharap, bangunan ini bisa di fungsikan lagi, seperti bangunan pendidikan lain yakni PAUD/TK atau TPA/MDA.

Sementara, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sungai Aur Fahmi mengatakan, gedung itu dibangun bertahap dengan rentang waktu pada tahun 1991 hingga 1995.

“Gedung sekolah tersebut pernah aktif mulai tahun 1991 hingga tahun 1995 dengan kapasitas siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 4 saja,” ucapnya kepada awak media, Kamis (5/4/2018).

Namun, karena adanya pembangunan kawasan trans Bukik Malintang sekitar tahun 1995 maka terjadilah perpindahan warga kekawasan tersebut dan aktifitas sekolah pun di alihkan ke SD N 19 Sungai Aur yang di bangun tahun 1997.

“Akibat perpindahan tersebut, akhirnya sekolah itu tidak beroperasi lagi, namun luas areal bangunan yang di perkirakan setengah hektar itu masih tercatat sebagai aset sekolah induk,” tukasnya. (Af)

Ini Video Gedung SD Sungai Aur yang hanya empat tahun berfungsi

 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dharmasraya Kembali Raih WTP

Spiritsumbar.com РPemerintah Kabupaten Dharmasraya kembali meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) atas Laporan Keuangan Pemerintah ...