Beranda - Pendidikan - Artikel - Hadirnya TPA, Keberhasilan Kesling Daerah
Riyon
Riyon

Hadirnya TPA, Keberhasilan Kesling Daerah

Print Friendly

Oleh: Riyon

Keberhasilan di daerah kabupaten/kota dalam mewujudkan tercapainya dan terpenuhi pemerataan kesehatan lingkungan (kesling)  adalah terealisasinya Tempat Pembuangan Sampah (TPA).

Keberadaan TPA tidak bisa dianggap sepele dan harga mati harus hadir. Karena itu merupakan suatu kebutuhan yang sangat massiv. Bagaimanapun daerah harus mengusahakan lahan untuk hadirnya TPA, karena, masalah persampahan memang tidak bisa dianggap sepele, lantaran menyangkut harkat kehidupan mahluk hidup. Kehidupan akan lebih sehat bila pengelolaan persampahan terarah dan terukur dan tidak meninggalkan norma dan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Artikel Lainnya

loading…


Bagi daerah kabupaten/kota akan sangat rugi besar bila tak mempunyai TPA atau belum punya TPA. Pasalnya, tidak bakalan dapat bantuan dari kementerian terkait LHKA, seperti sarana dan prasarana pengankutan sampah, dari truk sampah, kendaraan roda tiga pengangkut sampah. Bahkan tempat sampah baik untuk, RTH maupun untuk sekolah.

Bagi daerah yang sudah mempunyai Tata Ruang rencana membangun TPA harus memahami PP Nomor 15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang atau pengganti. Pembangunan TPA sangat erat dan tak bisa dipisahkan dengan prosedural didalamnya mengenai  AMDAL. Kita rentang  Permen LH.RI Nomor  05 Tahun 2012 tentang : Jenis Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Pasal 2 (dua) ayat (1) sampai 4(empat) sebagai berikut : 1) Setiap Usaha dan /atau Kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal. 2) Jenis rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib memiliki Amdal sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) tercantum dalam Lampian I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

3) Untuk menentukan rencana Usaha dan/atau Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemrakarsa melakukan penapisan sesuai dengan tata cara  penapisan sebagaimana tercantum Dalam Lampiran II yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. 4) Terhadap hasil penapisan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), instansi lingkungan hidup Pusat Provinsi, atau kabupaten/kota menelaah dan menentukan wajib tidaknya rencana Usaha dan/atau Kegiatan  memiliki Amdal.

Mari kita simak Permendagri LH.RI Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Bidang Pekerjaan Umum; Skala Kegiatan N0. 9 Persampahan 1) Pembangunan TPA sampah domestik pembuangan dengan sistem controlled landfill/sanitary landfill termasuk instalasi penunjang luas kawasan TPA.

Skala Besarnya :  10 ha atau kapasitas total 100.000 ton. Alasan Ilmiah Khusus : a) Penyesuaian terhadap luas kawasan TPA dengan daya tampung TPA. b) Perubahan paradigma dari tempat pembuangan/penampungan akhir menjadi tempat pengelolaaan akhir. c) UU 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dimana konsep 3 R menjadi bagian dari dikipsi kegiatan Amdal TPA. Bukan lagi “open dumping” tetapi sebagai tempat Pengelolaan akhir, sehingga ada composting dan landfill gas (wase to energy).

Mengenai Pembangunan instalasi Pengelolaan Sampah Terpadu (PST) dengan skala besaran 500 ton/hari , alasan ilmiah khusus : lokasi transfer station pada umumnya terletak didalam atau di pinggiran kota dan dibangun pada luas lahan yan terbatas.

Pengelolaan sampah dengan insenerator semua kapasitas,alasan ilmiah khusus : Pengelolaan sampah berapapun kapasitasnya harus dilengkapi dengan amdal karena saat ini sampah domistik masih tercampur dengan limbah B3 harus dilakukan pemilahan.

Masalah composting dengan kapasitas 500 ton/hari, alasan ilmiah khusus : kapasitas composting plant diperbesar untuk mendorong minat swasta/masyarakat dalam komposting.

Didalam membangun terwujudnya TPA yang harus memenui standar persyaratan dari pemerintah pusattersebut terutama didaerah,  berbagai kajian sebelum pra perencanaan harus dimatangkan. Bukan hanya sekedar sudah dapat lahan untuk TPA sekian puluh hektar atau sekian hektar.

Bagi daerah kabupaten/kota yang belum memiliki TPA tentu harus segera diujudkan, karena ini menyangkut keberadaan mewujudkan Kabupaten./Kota Sekat (KKS)  Tatanan Lingkungan Sehat dan dampaknya juga mempunyai keuntungan untuk daerah itu sendiri.

Dari pengelolaan TPA berbasis pemberdayaan akan mengatrol dan memberi kontribusi terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daeah serta soial ekonomi bagi masyarakat disekitar TPA karena memberikanrang li gkup pekerjaan bidang pengelolaan sampah.

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...