Beranda - Pendidikan - Artikel - Guru WFH Kok Cemburu
Feri Fren
Feri Fren

Guru WFH Kok Cemburu

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)

Corona Virus Disease (Covid-19) adalah sebagai salah satu virus penyebab penyakit peradangan akut yang terjadi di jaringan paru-paru. Wabah virus tersebut muncul akhir tahun 2019 pada tiga kota di China, yaitu Beijng, Wuhan, dan Shenzen. Namun untuk saat ini, penyebaran virusnya sudah melanda ke beberapa negara di dunia termasuk juga Indonesia.

Penyakit Covid-19 ini dapat menyerang siapa saja seperti balita, anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia. Kasusnya lebih banyak ditemukan pada balita dan lanjut usia.


Artikel Lainnya

loading…


Untuk memutus mata rantai penyebaran virusnya kepada orang lain, dikeluarkanlah kebijakan oleh pemerintah pusat dan daerah berupa pembatasan interaksi sosial. Sekolah-sekolahpun diliburkan untuk sementara waktu dan anak belajar di rumah dibawah pengawasan orang tua.

Dengan adanya kebijakan ini, tentu guru tidak bisa pergi ke sekolah untuk mengajar, pola mengajar guru diubah dengan pola e-learning. Pada dasarnya guru tidak libur, guru bekerja dari rumah dengan istilah lain Work From Home (WFH).

Guru memberikan pelajaran, tugas-tugas kepada peserta didik melalui jarak jauh dengan fasilitas jaringan internet. Demikian juga sebaliknya, peserta didik mengirimkan tugas yang telah dikerjakannya kepada guru. Bila mereka tidak paham, mereka menanyakannya kepada guru, selanjutnya guru memberikan penilaian dan penguatan.

Pola belajar seperti ini juga sudah diterapkan dibangku perkuliahan dan di negara-negara maju. Pola bekerja dari rumah seperti ini di negara kita dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, hal ini juga dilakukan oleh pegawai-pegawai lainnya.

Ketika anak belajar di rumah di bawah pengawasan orang tua, kita melihat ada sebuah video singkat yang beredar di media sosial saat ini. Video yang berdurasi 18 detik tersebut intinya menceritakan betapa seorang anak hilang kosentrasi belajarnya di rumah karena ditunggui dan diceramahi terus oleh orang tuanya.

Akibatnya si anak tidak bisa lagi belajar dengan tenang dan nyaman. Kata anak dalam tayangan video tersebut “janganlah ibu ngomong terus, saya sudah mau jawab ketika ibu ngomong hilang jawabannya di otak, tuh kan…. hilang otaknya…aduhhhh, akhirnya anak tidak tahu apa lagi yang akan dikerjakannya dan hilang motivasi belajarnya.

Selanjutnya >>>>

Halaman

[ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

234 SC Regwil Pasbar, Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Spiritsumbar.com, Pasaman Barat – Sebagai generasi muda penerus bangsa Indonesia, dalam setiap kesempatan harus mampu ...