Beranda - Pendidikan - Artikel - Guru WFH kok Cemburu
Feri Fren
Feri Fren

Guru WFH kok Cemburu

Print Friendly, PDF & Email

Melihat tayangan video tersebut tergelitik juga hati ini rasanya. Mengapa tidak, ternyata untuk menjadi guru tidaklah segampang yang dibayangkan orang. Pekerjaan sebagai guru sangatlah spesifik.

Guru merupakan jabatan profesional yang tidak semua orang bisa melakukannya. Menjadi seorang guru tentu tidak mudah, semua orang yang menjadi guru harus memiliki kompetensi-kompetensi dasar untuk bisa mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik secara maksimal.

Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi pedagogi, kepribadian, profesional dan sosial. Kesemuanya itu diatur dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen yang diperkuat dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru.


Artikel Lainnya

loading…


Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada peserta didik.

Pekerjaan guru merupakan sebuah profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan. Menurut KBBI (2005: 897), kata profesi berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.

Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb. Guru bisa pula memposisikan dirinya sebagai orang tua ke dua di sekolah.

Adapun tugas guru sebagai profesi adalah sebagai berikut, pertama, membantu peserta didik untuk mengembangkan seluruh potensinya sehingga tumbuh dan berkembang dengan total dan sempurna. Kedua, membantu anak belajar sehingga kemampuan intelektualnya tumbuh dengan menguasai berbagai ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, nilai, dan sikap.

Ketiga, menyampaikan berbagai ilmu pengetahuan kepada peserta didik dengan menggunakan pendekatan dan metodologi yang penuh dengan kreativitas sehingga kreativitas peserta didik tumbuh dan berkembang. Keempat, menanamkan berbagai nilai-nilai dalam diri peserta didik sehingga melekat dan tumbuh menjadi satu dengan perilaku peserta didik setiap hari.

Selanjutnya >>>

Halaman

[ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

234 SC Regwil Pasbar, Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Spiritsumbar.com, Pasaman Barat – Sebagai generasi muda penerus bangsa Indonesia, dalam setiap kesempatan harus mampu ...