Minggu , 18 November 2018
Beranda - Pendidikan - Artikel - Guru Jaman Now

Guru Jaman Now

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Donni Saputra (Kepala SDN. 12 Api-Api Kabupaten Pesisir Seatan )
Berat memang tugas seorang guru, digugu dan ditiru, menjadi teladan serta panutan bagi peserta didik dan lingkungan sekitar.  Menjadi seorang pengajar , dan lebih berat lagi adalah menjadi seorang pendidik, banyak orang yang mampu hanya mengajar, tetapi ketika dia menjadi pendidik agak kesulitan.

Ketika guru dengan semangat tinggi ingin anak didiknya berhasil menerima pelajaran, kadangkala lupa si guru, ada anak yang dijewer oleh guru. Ujung-ujungnya si guru akan berhadapan dengan orang tua si anak dan berkemungkinan berhadapan dengan pihak berwajib.

Jadi guru saat ini serba salah, mau mendisiplinkan anak dan pembelajaran, sering berhadapan dengan HAM. Maka para guru, beranilah mensiasati, agar pembelajaran yang disampaikan, bisa diserap oleh siswa, dan kita tidak bebenturan dengan HAM.

Pepatah minang mengatakan seperti mencabut rambut dalam tepung, tepung tidak tumpah, dan rambut tidak putus jadilah guru jaman now yang bisa menyikapi keadaan, yang penting tugas kita mencerdaskan kehidupan bangsa ini dapat terlaksana.

Ditambah lagi dalam proses belajar mengajar, sudah lebih kurang 6 tahun kurikulum 2013 diterapkan di Negara yang kita cintai ini, sebagai penganti kurikulum 2006. Sangat tinggi harapan pemerintah terhadap guru.

Pemerintah berupaya agar bangsa kita ini cerdas. Tidak sedikit dana yang dikeluarkan oleh pemerintah terhadap dunia pendidikan. Mulai dari sertifikasi guru, dan banyak lagi hal yang lainnya, apakah tidak terketuk hati kita para guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan semestinya.

Mengawal pembelajaran mulai dari awal sampai akhir pembelajaran. Menggunakan media yang tepat sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Memakai pendekatan yang tepat dan sesuai dengan bidang studi.

Dalam implementasi kurikulum 2013, telah dilaksanakan pelatihan dan pendamping kepada guru sasaran agar kurikulum 2013 ini terlaksana dengan baik.  Tinggal guru dengan sungguh sungguh melaksanakannya. Guru harus bisa mempersiapkan pembelajaran sedemikian rupa sehingga pembelajaran dapat tersampaikan tepat sasaran.

Gunakan ICT untuk mencari informasi, dan bahan pembelajaran. Tetapi jangan gunakan ICT untuk mendowload RPP kurikulum 2013. Karwna,  tidak akan pernah cocok dan sesuai dengan buku guru dan buku siswa yang diterapkan di sekolah.

Kenapa demikian, karena RPP yang di download itu bisa jadi RPP tahun 2013 awal, sementara yang bapak, ibu guru laksanakan saat ini adalah buku guru dan buku siswa revisi tahun 2017.

Boleh saja kita berpedoman terhadap RPP yang di download tersebut, tetapi isinya harus kita sesuaikan dengan buku guru dan buku siswa yang kita punya.

Berkreasilah guru, buat pembelajaran semenarik mungkin, sehingga pembelajaran bergairah. Ditambah lagi harapan pemerintah yang tertumpang kepada guru dalam implementasi kurikulum 2013 diantaranya integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Integrasi tersebut bukan sebagai program tambahan atau sisipan, melainkan sebagai cara mendidik dan belajar bagi seluruh pelaku pendidikan di satuan pendidikan.

Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) menjadikan pendidikan karakter sebagai platform pendidikan nasional untuk membekali peserta didik sebagai generasi emas tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan (Pasal 2).

Perpres ini menjadi landasan awal untuk kembali meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Dan pengembangan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) juga perlu diletakkan dalam kerangka penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik sesuai dengan tiga basis pendekatan utama dalam PPK.

Jadilah guru jaman now, yang bisa memfasilitasi peserta didik menjadi dirinya sendiri, dan dapat mengembangkan diri secara maksimal. Jadikan teknologi untuk memperkaya ilmu pengetahuan, sehingga akan lahir siswa siswa yang benar benar sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tersebut

Guru jaman now, tidak boleh tua semalam dari siswa, karena siswa saat ini sangat pintar sekali. Karena mereka dapat mengakses internet secara bebas di rumah, warnet atau dari android yang mereka punya.  Jangan kita para guru kelabakan menjawab pertanyaan dari siswa.

Contoh nyata, seorang guru menjelaskan manuasia adalah makluk sosial yang butuh orang lain, guru bertanya jawab dengan siswa, dengan apa nanda berangkat ke sekolah tadi, ada yang menjawab dengan ojek, jalan kaki, diantar orang tua, dan banyak lagi yang lain.

Guru menjelaskan bahwa kita butuh orang lain untuk dapat sampai di sekolah, ada seorang siswa nyeleneh, saya tidak butuh orang lain buk, guru menjawab dengan apa tadi nanda ke sekolah. Siswa menjawab dengan mobil, guru menjawab lagi, kan ada sopir yang menyetir mobil, siswa tidak mau kalah dan menjawab lagi, saya nyetir sendiri buk, bearti saya tidak butuh orang lain.

Dari contoh itu guru harus bisa menjawab dan meyakin kan siswa, sehingga bisa tertanam konsep sesuai dengan tujuan pembelajaran.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...