Beranda - Pendidikan - Artikel - Guru Hebat, Kepsek Bermartabat
Saribulih
Saribulih

Guru Hebat, Kepsek Bermartabat

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Saribulih
Mengajar tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada peserta didik agar peserta didiknya berhasil. Akan tetapi juga harus membentuk dan menumbuhkan sikap spiritual, sosial serta keterampilan. Sehingga tujuan akhir anak menuntut ilmu di bangku pendidikan menjadi manusia yang berkualitas, berkarakter mulia yang siap bersaing di zamannya.

Lulusan yang dihasilkan tidak menjadi penyumbang pengangguran ditengah-tengah masyarakat dan menjadi beban bagi Negara di kemudian hari.

Oleh karena itu, tidaklah salah dalam standar kompetensi guru diatur ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi tersebut adalah kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik, dan profesional. Khususnya untuk kompetensi pedagogik, seorang guru harus memahami karakteristik peserta didik yang akan diajarnya.

Video Pilihan : Juru masak bikin Ulah

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Artikel Lainnya

loading…


Agar tujuan pendidikan nasional tersebut dapat terimplementasi dengan baik di sekolah, seorang guru sebelum mengajar haruslah mengetahui beberapa hal sekaitan tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang guru.
Seorang guru harus memiliki kreativitas dalam melakukan proses pembelajaran. Karena, pendidikan itu sendiri merupakan suatu upaya untuk merubah perilaku peserta didik ke arah yang baik.

Lebih dari itu, guru selaku tenaga pendidik di sekolahnya agar lebih terampil dan profesional dalam memberikan edukasi kepada seluruh siswa dan siswi.Setiap guru harus mampu memahami dan mendalami keberagaman karakter yang ada pada setiap peserta didik.

Karena, setiap anak diperlukan terapi yang berbeda untuk mencapai sasaran dan target yang diinginkan, sebab watak dan tingkah lakunya berbeda pula. Dengan variasi sikap dan sifat yang ada pada peserta didik, hendaknya guru lebih memiliki sentuhan rasa kasih sayang. Anggaplah mereka seperti anak kita sendiri. Buatlah mereka yang masih belia itu merasa nyaman dengan kehadiran kita (guru) bukan sebaliknya.

Meskipun untuk menciptakan kondisi yang kondusif tidak semudah dibayangkan, disanalah dituntut keterampilan dari seorang guru. Tidak hanya luwes dan pintar dalam menguasai segi materi pelajaran, namun menjalin hubungan emosional tehadap peserta didik juga sangat diperlukan, inilah satu Soft Skill yang wajib dikuasai pendidik.

Tak bisa dipungkiri, guru adalah ujung tombak pendidikan, karena ditangan guru proses belajar mengajar terlaksana.
Hal ini juga tidak terlepas dari peran seorang kepala sekolah sebagai manajer. Kalau diibaratkan sebuah tim sepakbola, guru adalah pemain, sementara kepala sekolah adalah pelatih.

Kepala sekolah, harus selalu kreatif dan inovasi untuk menyemangati para guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai seorang pendidik. Salah satu contohnya, dengan konsep dan strategi yang disusun dengan menjelaskan sebaik baiknya kepada seluruh guru. Tujuannya tidak lain untuk menciptakan grafik peningkatan mutu pendidikan pada sekolah yang baru dipimpinnya itu.

Para guru maupun kepala sekolah, juga terus melakukan evaluasi dari setiap strategi yang diterapkan. Target utama adalah mutu, bagaimana tugas kita dari seorang pendidik mampu mengantarkan mereka ( siswa- siswi) ke pintu keberhasilan, maka dari itu pelaksanasn evaluasi terus bergulir.





Hal lain yang mesti dilakukan kepala sekolah dengan mengajak guru agar lebih memiliki daya semangat yang tinggi dalam mendidik anak. Seperti dengan cara menampilkan cuplikan audio video yang berilustrasi tentang kisah hidup seorang.

Dengan cara ini, akan memberi stimulasi yang kuat, bahwa rasa syukur dan ikhlas diharapkan melekat pada sejatinya seorang guru.

Penyebab rendahnya mutu pendidikan tentu tidak terlepas dari peran dan kepemimpinan seorang kepala sekolah sebagai top leadernya. Melihat pentingnya fungsi kepemimpinan kepala sekolah, maka usaha untuk meningkatkan kinerja yang lebih tinggi terhadap seorang kepala sekolah bukanlah pekerjaan mudah.

Disisi lain dalam kenyataannya masih ada kepala sekolah yang hanya berperan sebagai pimpinan formalitas di sekolah. Mereka kurang memahami akan tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang kepala sekolah.



loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Irdinansyah : Direktur PDAM Harus Bisa Bikin Terobosan

SpiritSumbar.com, Tanah Datar – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alami merupakan salah satu perusahaan ...