Beranda - Pendidikan - Artikel - Guru Hebat Guru Milenial

Guru Hebat Guru Milenial

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Ardizal ( Guru SMPN 2 Bayang Kab. Pesisir Selatan)

Guru adalah ujung tombak pendidikan, karena ditangan guru proses belajar mengajar terlaksana.

Hal ini juga tidak terlepas dari peran seorang kepala sekolah sebagai manajer. Kalau diibaratkan sebuah tim sepakbola, guru adalah pemain, sementara kepala sekolah adalah pelatih.

Bagaimanapun cara pelatih membuat strategi supaya menang dalam sebuah kompetisi.  Kalau pemainnya tidak mempunyai nyali untuk berbuat atau melakukan arahan pelatih untuk menjebol gawang, mustahil bisa menang.



Maka antara guru dan kepala sekolah harus selalu bekerja sama dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah.

loading…


Di zaman yang serba canggih dan modern saat ini, guru harus mampu dan mau untuk mendesain pembelajaran sedemikian rupa, menarik, dan mudah dimengerti. Sehingga siswa dalam mengikuti pembelajaran tidak merasa diperkosa untuk mengikuti pembelajaran.

Oleh sebab itu seorang guru saat ini harus menguasai IT. Tidak ada alasan untuk guru tidak mengerti dengan IT. Karena pemerintah sudah menambah kesejahteraan guru sebagai tenaga fungsional dengan tunjangan sertifikasi. Apalagi alasan kita untuk tidak mau lagi menambah skill yang untuk memajukan pendidikan.

Jika tidak mau berusaha untuk menambah ilmu pengetahuan, mustahil kita menjadi guru hebat. Sesuai dengan harapan pemerintah, yang menginginkan guru untuk selalu aktif meningkatkan pengetahuan. Walaupun tidak melalui bangku kuliah.

Kita harus meresepi dalam dalam arahan dan motivasi  Presiden Joko Widodo pada kongres XXII PGRI di Jakarta Juli 2019.  Proses belajar mengajar harus menggembirakan bagi guru dan murid. Ruang kelas bukan satu-satunya untuk belajar. Dunia virtual dengan google, Wikipedia, kindle adalah kampus kita juga

Sangat dalam sekali kata-kata diatas maknanya. Begitu berharapnya pemerintah kepada guru untuk selalu belajar.  Walaupun tidak melalui bangku kuliah. Belajar melalui online seperti google, Wikipedia, kindle pun bisa, dengan syarat harus menguasai IT. Sangat rugi sekali saat ini seorang guru tidak menguasai IT.

Bagi guru Milenial mengunakan IT tidak akan sulit, karena di zaman mereka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat.

Guru milenial adalah generasi yang lahir awal 1980 sampai awal tahun 2000.
Guru yang lahir tahun 1980 ke bawah, tidak juga harus ketinggalan oleh guru milenial, dengan syarat harus punya kemauan dari dalam diri siguru untuk mau belajar. Karena kekuatan hebat datang dari dalam diri seseorang.

Guru milineal ditandai dengan beberapa ciri, dantaranya adalah sudah memiki hanphone genggam atau android. Saat ini bisa dikatakan tidak ada guru yang tidak punya ondroid, android sudah seperti kebutuhan pokok, ini ditandai dengan, jika paket android nya habis, maka akan segera diisi.

Ciri-ciri selanjutnya adalah sudah menguasai IT, ini sangat membantu guru menambah ilmu pengetahuannya. Karena dia punya kemampuan untuk belajar secara online, dan mencarikan solusi pembelajaran yang dapat menarik minat siswa, mencarikan metode yang tepat dalam menyampaikan pembelajaran.

Guru yang menguasai IT juga berpeluang mencarikan media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan topic pembelajaran yang akan disajikan. Sehingga pembelajaaran benar benar dikemas sedemikian rupa, dan dapat menghilangkan kejenuhan siswa untuk mengikuti pembelajaran.

Ciri khas selanjutnya guru milenial adalah sudah memiliki laptop. Laptop saat ini sangat membantu guru dalam menyampaikan pembelajaran. Dengan laptop guru dapat dengan mudah merancang dan mendesain media pembelajaran.

Tidak ada alasan guru saat ini tidak punya laptop, karena tidak punya uang. Pemerintah sudah memberikan tunjangan sertifikasi, tidak ada salahnya tunjangan tersebut dibelanjakan untuk kebutuan kita, sebagai alat penunjang tugas sehari-hari. Laptop bagi guru sama dengan cangkul bagi petani untuk menggarap tanah pertaniannya.

Ciri-ciri selanjutnya guru milenial adalah senang bermain dengan siswa. Ini bertolak belakang dengan guru pada zaman pak umar bakrie, yang dulu guru begitu ditakuti, berjumpa saja dijalan kita begitu segan sama guru.

Zaman sekarang siswa diajak belajar sambil bermain oleh guru, sehingga dengan cara ini siswa mau mengemukakan pendapatnya dalam proses belajar mengajar, rasa takut untuk menyampaikan ide dan pendapat tidak ada lagi.


Dan yang perlu diingat oleh guru adalah bahwa tugas kita sebagai guru tidak hanya mengajar tetapi ada tugas berat dari itu ialah mendidik. Mendidik sangat sulit sekali, tantangan yang paling berat saat ini adalah budaya anak didik kita, ketika merayakan kelulusan. Budaya coret baju, bahkan sampai mewarnai anggota tubuh.

Tugas kitalah sebagai pendidik mengarahkan mereka kearah kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain, seperti kegiatan mengumpulkan baju seragam yang masih layak pakai untuk disumbangkan ke adik kelas yang kurang mampu.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

HBA, Kajari Sijunjung Potong Tumpeng

SPIRITSUMBAR.com, Sijunjung -Peringatan Hari Bakti Adhiyaksa ke 59 Tahun 2019 yang dipusatkan di halaman Kantor ...