Minggu , 18 November 2018
Beranda - Pendidikan - Artikel - Guru Harus Update

Guru Harus Update

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Fitria Andriani  (Guru SDN 01 Labuah Gunuang)

Seorang anak yang memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar pada umumnya sudah berada pada usia 6 tahun. Dimana pada usia itu mereka dianggap sudah mampu belajar secara aktif karena adanya dorongan dan kesadaran dari dalam diri mereka, yang mampu memberikan kemudahan bagi perkembangannya secara optimal.

Namun demikian, ada beberapa siswa yang pada usia tersebut belum mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik,. Siswa seperti ini kadang kala dianggap oleh guru sebagai siswa yang malas dan bodoh.

Guru yang baik, tidak akan memberikan pandangan seperti itu dengan cepat terhadap siswanya. Guru semestinya menyadari bahwa hal ini bisa saja terjadi pada sebagian anak, karena pada dasarnya setiap anak terlahir dengan karakter dan kemampuan yang berbeda-beda, serta dengan keunikannya masing-masing.

Menjadi guru di sekolah, sama artinya kita menjadi orang tua bagi siswa kita, namun menjadi orangtuapun tidaklah mudah, apalagi  orang tua bagi anak-anak yang bukan darah daging kita dalam jumlahnya yang banyak. Dalam posisi seperti ini, maka siswa bukan lagi sebagai obyek, tetapi juga insan seperti anak, yang tidak hanya dididik namun juga didoakan.

Oleh karena itu kalau kegiatan pembelajaran belum berhasil, jangan cari kesalahan dari siswa dulu, apalagi sampai marah-marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Sebagai seorang guru kita harusinstrospeksi diri, apakah pembelajaran yang kita lakukan sudah baik atau belum.

Apakah kegiatan yang kita lakukan sudah bisa menampung semua kebutuhan siswa atau belum. Pada hakikatnya pembelajaran adalah proses sebab akibat. Guru sebagai pengajar merupakan penyebab utama terjadinya kegiatan belajar pada siswa.

Dalam dokumen Standar Kompetensi Guru Kelas SD-MI Lulusan S1 PGSD ( SKGK-SD/MI), yang diterbitkan oleh Ditjen Dikti pada tahun 2006 disebutkan bahwa Standar Kompetensi Guru Kelas ( SKGK) SD/MI meliputi empat rumpun kompetensi yaitu: (1) kemampuan mengenal peserta didik secara mendalam, (2) penguasaan bidang studi, (3) kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan (4) kemampuan mengembangkan kemampuan profesional secara berkelanjutan.

Merujuk pada dokumen tersebut, mari kita mengukur diri, apakah kita sebagai guru sudah memiliki kompetensi yang disebutkan di atas atau belum. Untuk lebih jelasnya dapat kita uraikan lebih rinci, Pertama kemampuan mengenal peserta didik secara mendalam, guru harus paham siapa yang dihadapinya.
Anak yang dihadapi memiliki karakter yang berbeda-beda. Guru harus memahami kalau siswanya bukanlah “sama rata”, dalam artian mereka berbeda, baik dari segi fisik, sifat dan daya tangkapnya. Tugas guru lah untuk memahami perbedaan itu. Guru perlu mengetahui benar sifat-sifat serta karakteristik siswa tersebut agar dapat mengetahui pembelajaran seperti apa yang dibutuhkan siswanya.

Kedua, penguasaan bidang studi. Guru harus paham betul apa yang akan diajarkan. Jangan sampai guru memberikan pelajaran yang dia sendiri tidak menguasainya. Bagaimana ilmu akan disampaikan kalau kita belum menguasai ilmu itu dahulu.

Apalagi sekarang ini siswa bisa saja belajar dari sumber lain seperti buku, internet. Mereka dengan gampang menanyakan tentang apa yang mereka temukan pada sumber lain tersebut, apakah guru harus bolak balik buku dulu untuk bisa menjawabnya?. Oleh sebab itulah guru penting untuk bisa menguasai bidang studinya.

Ketiga, kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. Guru harus merancang pembelajaran dengan baik. Seorang guru yang mengajar di kelas 1 SD hanya berceramah dalam menerangkan konsep pertambahan dalam pelajaran matematika, tidak akan membuat siswa berkembang secara maksimal, kita tentu pernah dengar istilah “masuk telinga kiri, keluar telinga kanan”, kan? Tentu kita tidak ingin hal demikian terjadi pada siswa kita.

Sebaiknya gunakan benda-benda konkret sebagai media pembelajaran, tentu akan lebih menarik dan mudah dipahami siswa. Oleh sebab itu guru harus mampu merencanakan, melaksanakan pembelajaran dengan baik.

Keempat, mengembangkan kemampuan profesional secara berkelanjutan. Hal ini berarti guru harus mengembangkan diri secara terus menerus. Karena ilmu tidak bersifat stagnan, ia selalu berkembang, supaya tidak tertinggal maka guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman.

Pemahaman terhadap empat rumpun kompetensi tersebut, akan membantu guru untuk memberi nilai terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukannya. Ibarat kita berkaca, kalau kita terlihat buruk jangan kaca nya yang dipecah, tetapi diri kitalah yang harus dibenahi.

Begitu juga dalam belajar, jangan kita menyalahkan siswa, ketika pembelajaran kita tidak berhasil dengan baik. Mungkin cara kita yang belum tepat, teruslah memperbaiki diri. Jadilah guru yang selalu update, dalam proses pembelajaran, dalam kepribadian, dan juga dalam berpenampilan.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dr. Desmon, (tiga dari kanan) usai menerima piagam penghargaan PIM- 2 dari LAN (foto Ist)

Inovasi Smart Edu Antarkan Desmon Raih Ranking 3 Nasional

SPIRITSUMBAR.com – Dr. Desmon, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, meraih Ranking-3 Diklat Kepemimpinan level ...