Beranda - Pendidikan - Artikel - Guru Harus Tahu

Guru Harus Tahu

Print Friendly, PDF & Email

Seorang guru juga diminta harus bisa mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik.

Serta guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran,. Sehingga peserta didik tersebut tidak termarginalkan.  Seperti tersisihkan, diolok-olok, minder, dibully, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh dalam bentuk implementasinya di kelas, guru harus bisa menempatkan tempat duduk peserta didik sesuai dengan indikator diatas.




Peserta didik yang badannnya besar atau tinggi mungkin di dudukkan di belakang karena badannya bisa menghalangi pandangan peserta didik yang duduk di belakangnya. Demikian sebaliknya, peserta didik yang kecil badannya tentu duduknya di depan.

Artikel Lainnya

loading…


Peserta didik yang matanya kabur sebelah kiri didudukkan di bagian kiri. Peserta didik yang telinganya kurang mendengar dibagian sebelah kanan di dudukkan di sebelah kanan.

Apabila seorang guru bisa memahami karakteristik dari masing-masing peserta didiknya serta mengimplementasikannya dengan baik dan benar, tentu peserta didik akan merasa senang dan nyaman dalam belajar. Akan terciptalah suasana belajar yang menyenangkan, kualitas pembelajaran dan mutu lulusan akan dapat ditingkatkan. Mengapa tidak, karena hati peserta didik sudah senang untuk belajar.

Demikian sebaliknya, kalau hati peserta didik tidak senang untuk belajar, betapapun mudahnya materi pelajaran yang disampaikan guru, tentu akan sulit diterimanya.

Kedua, guru harus tahu dengan apa yang akan diajarkannya. Guru tidak mengajarkan buku kepada peserta didik. Dalam mengajar, yang diajarkan guru adalah Kompetensi Dasar (KD). Semua KD yang akan diajarkan dapat dilihat guru dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 37 Tahun 2018.

Peraturan ini merupakan penyempurnaan dari Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016.
Setelah KD diketahui, barulah guru menurunkannya menjadi indikator- indikator pencapaian kompetensi menurut gradasinya.

Untuk KD.3 (Pengetahuan) dimulai dari mengingat (C.1), memahami (C.2), menerapkan (C.3), menganalisis (C.4), mengevaluasi (C.5), dan mencipta (C.6).

Kesemuanya itu sesuai dengan teori Taxonomi Bloom. Sedangkan untuk KD.4 (Keterampilan), tingkatannya dimulai dari meniru (P.1), manipulasi (P.2), presisi (P.3), artikulasi (P.4) dan naturalisasi (P.5).



<<< Sebelumnya         Selanjutnya >>>

[  1  ]    [  2  ]    [   3  ]

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Selebrasi Amiruddin Bagus usai mencetak gol

Tertinggal Terlebih Dulu, Timnas U-18 Berhasil Tahan Malaysia

SPIRITSUMBAR.com, Vietnam – Tim Nasional (Timnas) U-18 Indonesia untuk sementara bermain imbang 1-1 dengan Malaysia ...