Beranda - Pendidikan - Artikel - GLS Menciptakan Generasi Pemenang

GLS Menciptakan Generasi Pemenang

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Alimatusa’diah (Kepala SMPN 1 Sungai Limau)

Menumbuhkembangkan budaya membaca di tengah-tengah masyarakat sangat perlu dilakukan, termasuk dengan peserta didik di sekolah.

Sebagaimana yang kita ketahui buku adalah jendela dunia, semua informasi bisa didapatkan melalui kegiatan membaca.

Lalu bagaimana cara kita meningkatkan minat baca peserta didik, semua elemen sekolah harus menyadari bahwa era globalisasi identik dengan persaingan, bahwa orang – orang yang mampu bersainglah yang mampu bertahan dalam kompetisi global oleh karena itu langkah – langkah yang harus kita tempuh, sekolah, masyarakat, guru dan keluarga ikut mengegembangkan minat baca melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai organisasi pembelajar.

Untuk mengembangkan sekolah sebagai organisasi pembelajar ,salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melibatkan semua warga sekolah mulai dari guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat, alumni, dunia usaha, dan dunia industri merupakan elemen penting dalam GLS dan merupakan bagian dari ekosistim pendidikan.

Kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.

GLS mempunyai tujuan secara umum memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti melaui pembudayaan ekosistim literasi sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015.
Lebih dijelaskan GLS mempunyai tujuan antara lain, pertama menumbu hkembangkan budaya literasi disekolah. Kedua, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat. Ketiga, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan. Keempat menjaga keberlanjuatan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi strategi membaca.

Untuk mencapai tujuan Gerakan Literasi sekolah tersebut apa yang harus kita lakukan. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah perlu mewujudkan tujuan tersebut berupa pembiasaan, pengembangan agar membaca bias menjadi budaya di sekolah.
Kegiatan bisa dilaksanakan dengan membaca 15 menit, pemanfaatan lokasi-lokasi tertentu di sekolah sebagai sudut-sudut baca. Materi yang dibaca berisi nilai-nilai budi pekerti, kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Pada abad 21 ini kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.

GLS dapat terlaksana dengan dukungan dan komitmen dari semua warga sekolah. Sarana pendukung seperti menyiapkan area baca, sudut baca diruang kelas, mengembangkan bahan kaya teks dan memperbaharui koleksi bahan bacaan.

Timbul pertanyaan dari mana semua koleksi bahan bacaan dan sarana ini diperoleh dengan keterbatasan dana operasional sekolah. Kepala sekolah, guru dapat bekerjasama dengan orang tua, perpusatakaan daerah atau taman bacaan untuk memperkaya koleksi buku. Tidak tertutup kemungkinan sumbangan dari orang tua, alumni, dunia usaha dan dunia industri untuk membantu GLS.

Sekolah dapat berkreasi dan berinovasi menjadikan sudut baca, pojok baca dan lorong literasi menjadikan funsi rekreatif bagi siswa dalam rangka menumbuhkan minat baca .

Untuk menunjang keterlaksanan GLS disekolah sebaiknya sekolah membentuk Tim Literasi Sekolah( TLS) yang bertugas untuk merancang, mengelola dan mengevaluasi program literasi sekolah. Pembentukan TLS dapat dilakukan oleh kepala sekolah yang beranggotakan guru bahasa atau guru yang pedulit dengan literasi serta tenaga kependidikan dan pustakawan sekolah.

Dalam masyarakat yang semakin maju buku adalah syarat mutlak untuk dimilki. dan dengan membaca bisa menjadi cerdas pintar dan mengerti tentang banyak hal. Dengan demikian GLS akan dapat menciptakan generasi pemenang di era globalisasi. Semoga.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kerja Pertama Pasca Lebaran, Bupati Dharmasraya Tancap Gas

Spirit Sumbar – Hari pertama masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, ...

Pilkada Padang 2018
close
Pilkada Padang 2018
close