Beranda - Headline - Giliran Madura United Melaju ke 32 Besar Piala Indonesia
Selebrasi pemain Madura United usai menjebol gawang Madura FC
Selebrasi pemain Madura United usai menjebol gawang Madura FC

Giliran Madura United Melaju ke 32 Besar Piala Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Tim Liga 1, Madura United sukses melaju ke babak 32 besar Kratingdaeng Piala Indonesia 2018. Kepastian ini usai Laskar Sape Kerap mengalahkan Madura FC dengan skor 4-1 pada laga derbi di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, Kamis (6/12/2018) petang.

Sebelumnya, Persib Bandung juga sukses melewati hadangan PSCS Cilacap dengan skor tipis 1-0 di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Rabu (5/12/2018).

Baca : Persib Bandung Menang, Tim Liga 1 Unjuk Gigi di Piala Indonesia

Empat gol kemenangan Madura United dicetak oleh Engelberd Sani pada menit ke 62′,69′), Imam Bagus 76′, dan Fabiano Beltrame 83′. Dengan kemenangan ini Madura United lolos ke babak 32 besar yang direncanakan akan dimulai pada Januari 2019 mendatang.

Usai laga pelatih Madura United, Gomes de Oliveira mengaku puas dengan torehan kemenangan ini. Ia menyebut bahwa timnya sempat kesulitan menemukan celah untuk mencetak gol. Namun, mereka akhirnya bisa bangkit berkat penampilan impresif Engelberd Sani.

“Saya puas pemain kami bekerja bersama dengan baik sampai pertandingan selesai. Kami tetap menunjukkan kolektivitas dan membawa kemenangan untuk lolos ke babak 32 besar,” kata Gomes.

Sementara, Asisten Pelatih Madura FC, Ahmad Nurrosadi, memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski gagal menang. Dia memang tidak berharap banyak mengingat beberapa pemain sudah pergi karena timnya sudah menuntaskan pertandingan Liga 2.

Klub berjulukan Sape Pote itu hanya memiliki 14 pemain saja untuk berjuang di laga ini. Hal itu berarti, hanya ada tiga pemain cadangan.

“Setelah babak 8 besar (Liga 2), beberapa pemain kami sudah mulai meninggalkan tim. Kami juga tidak banyak melakukan persiapan untuk pertandingan. Jadi, hasilnya memang seperti ini,” ungkap Ahmad.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Khatam Bukan Berhenti Baca Al Quran

SPIRITSUMBAR.com – Membaca dan memahami Qur’an sangat perlu sekali Wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt ...