Beranda - Berita Pilihan - Geger Begal di Padang, Dua Tewas Satu Luka Luka

Geger Begal di Padang, Dua Tewas Satu Luka Luka

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Kota Padang digegerkan dengan aksi diduga begal, di Jalan Aru, depan Kampus Universitas Putra Indonesia (UPI), Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar), Ahad, (9/2/2020) dini hari.

Dalam peristiwa itu, dua orang tewas dan satu lainnya luka – luka. Malahn, aksi yang diduga begal itu cepat menyebar melalui media sosial, disertai foto para korban yang masih tergeletak di jalan raya.

“Dikejar begal 11 Motor, korban 3, satu korban meninggal dunia, satu lagi kritis, 1agi luka parah. Lokasi depan kampus UPI Padang jam 03.30 wib. sumber mahasiswa UPI,” bunyi status yang diposting Nila Iwa, melalui Facebook.
Kontan, status Nila Iwa menyebar dengan cepat, termasuk media sosial lainnya.

Artikel Lainnya

loading…


Pada status lain, Nila Iwa menulis korban yang luka parah anakku Kevin, sekarang lagi dirawat di M. Djamil Padang.” Inna lillah, semoga Fadil diterima di sisi Allah… Begal merajalela 3 orang menjadi korban subuh tadi. Dua orang temannya meninggal, Alhamdulilah anaku kevin masih diberi keselamatan,” tulisnya.

Kapolres Kota Padang melalui Kapolsek Lubuk Begalung AKP Andi Parningotan Lorena membenarkan adanya peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di Jalan Aru, depan Kampus UPI Padang, Ahad (9/2/2020).

“Dalam peristiwa itu, dua orang meninggal dan satu luka luka. Para korban meninggal sudah dikubur dan korban yang luka-luka sudah dibolehkan pulang,” ujarnya saat dihubungi melalui selulernya, Senin (10/2/2020) pagi.

Terkait dengan peristiwa tersebut, Andi Parningotan Lorena mengaku masih dalam tahap penyelidikan aparat kepolisian. Menurutnya, pihak kepolisian masih menyelidiki dan mengembangkan kasus tersebut.

“Kami dari kepolisian masih menyelidiki peristiwa itu, apakah aksi begal atau hanya kecelelakaan. Karena, tidak satupun barang korban yang hilang,” ujarnya.

Terkait dengan maraknya tawuran dan berbagai kasus kecelekaan di malam hari, Andi Parningotan Lorena sangat berharap peran orang untuk memantau anaknya agar tidak keluar malam. Karena, hal ini justru akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan. (Salih)



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pilkada Serentak 2020 Tanpa Kampanye Akbar

  Spiritsumbar.com,Solok- Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 berbeda dengan Pikada sebelumnya, karena dilakukan ditengah pandemi Covid-19. Namun ...