Selasa , 25 Februari 2020
Beranda - Headline - Fakultas Hukum Unand Kupas Buku Donny Moenek

Fakultas Hukum Unand Kupas Buku Donny Moenek

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Padang – DPD RI menggelar diskusi literasi dengan tema “Good Governance Pengelolaan Keuangan Daerah” yang juga merupakan judul buku tulisan Dr. Drs. Reydonnyzar Moenek, M.Devt.M dan Dr. H. Dadang Suwanda, SE, M.M M.Ak, Ak, CA.

Acara ini merupakan kerjasama antara Perpustakaan DPD RI dengan Fakultas Hukum Universitas Andalas di Aula Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Andalas (Kampus Merah), Padang. (10/12/2019)

Dihadiri dua ratus lebih undangan yang terdiri dari mahasiswa Unand, IPDN Kampus Bukittinggi dan pemerhati Good Governance Kota Padang, acara ini menghadirkan Sekjen DPD RI Dr. Drs. Reydonnyzar Moenek, M.Devt.M atau yang akrab disapa Donny Moenek sebagai pembicara utama. Narasumber lainnya yakni Wali Kota Padang H. Mahyedi Ansharullah, S.P, Wali Kota Pariaman Dr. Genius Umar, S.Sos, M.Si. Direktur IPDN Kampus Bukittinggi Dr. Tun Huseno, M.Si dan pakar hukum Unand Dr. Yuslim, S.H, M.H dengan Moderator Dr. Hengki Andora, SH, LLM.

Ketua Panitia yang juga  Kepala Bagian Kearsipan Perpustakaan DPD RI Empi Muslion, M.T, M.Sc dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan diskusi literasi pada hari ini adalah untuk menyebarkan dan mendialektikakan ilmu pengetahuan yang ada dalam karya ilmiah, agar dapat berfaedah bagi banyak orang, dan bermanfaat dalam membuka pikiran dan cakrawala baru pengembangan teori dan praktik ilmu pengetahuan yang terus berkembang,

“Apalagi di tengah pusaran zaman revolusi 4.0 saat ini, yang sarat dengan lompatan teknologi digital dan artificial intelligence atau kecerdasan buatan, yang mau tidak mau akan menerobos dan merubah masuk dalam paradigm dan praktek tata kelola pemerintahan.” kata Empi Muslion yang merupakan lulusan Universite Lumiere Lyon 2-Perancis.

Dekan fakultas hukum Universitas Andalas Dr. Busyra Azeri, SH, MH, yang hadir membuka acara mengatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan DPD RI untuk menjalin kerja sama dengan Fakultas Hukum Unand,

“Kalau saya bertemu dengan Pak Sekjen ini, saya terkenang saat beliau masih menjadi Pj Gubernur Sumbar tahun 2015-2016 di mana kami sering melakukan diskusi dan kerja sama. Rupanya saat ini, beliau masih ingat dengan Sumatera Barat. Semoga dengan buku yang beliau tulis dan pemaparan yang disampaikan hari ini dapat memberikan pencerahan bagi kita semua dan Provinsi Sumatera Barat umumnya.”

Dalam paparannya Donny Moenek berkata, “bahwa good governance menekankan pentingnya interaksi sinergis dan kesetaraan antara tiga pilar, yakni State atau Negara, private sector atau sector Swasta, dan civil society atau Masyarakat Madani. ” ujarnya.

Menurut Ketua Umum IKAPTK ini, ada lima langkah perwujudan good governance, yakni penguatan fungsi dan peran lembaga perwakilan, kemandirian lembaga peradilan, aparatur pemerintahan yang professional dan penuh integritas, masyarakat madani atau civil society yang kuat dan partisipatif serta penguatan upaya otonomi daerah.

Sementara itu Wali Kota Pariaman Genius Umar dan Wali Kota Padang Mahyeldi memaparkan materi terkait dengan Potensi di daerahnya dan pengelolaan keuangan di daerah masing-masing.

Sedangkan Direktur IPDN Kampus Bukittinggi menyebutkan bahwa buku yang ditulis Donny Moenek telah menjadi buku pegangan wajib bagi Praja IPDN Kampus Bukittinggi.

Secara ringkas, buku “Good Governance, Pengelolaan Keuangan Daerah” membahas mengenai Permasalahan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah, Pentingnya Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Daerah, Regulasi dan Kebijakan Good Governance Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah, Pelaksanaan Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Reformasi Birokrasi.

Acara ditutup dengan foto bersama dan penandatanganan buku Good Governance Pengelolaan Keuangan Daerah oleh Donny Moenek dan Dadang Suwanda. (Salih/Rel)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Yosmeri Yusuf : Sumbar Harus Terhindar dari Politik Identitas dan Pecah Belah

Spiritsumbar.com, Padang – Focus Group Discussion (FGD), untuk menampung pemikiran dan pendapat para tokoh-tokoh Minang, ...