Beranda - Berita Pilihan - Fadli Zon : Ada Genderuwo di Istana
Fadli Zon
Fadli Zon

Fadli Zon : Ada Genderuwo di Istana

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Ungkapan Presiden Joko Widodo saat saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).

Baca : Genderuwo Rasuki Pemikiran Politikus Nasional

Presiden Jokowi mengatakan saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi tanpa menggunakan etika dan sopan santun. Politikus yang menakut-nakuti itulah yang dia sebut sebagai ‘politikus genderuwo’.

Cara-cara seperti ini ujarnya adalah upaya politik yang tidak beretika. “Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? itu sering saya sampaikan namanya ‘politik genderuwo’, nakut-nakuti,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra langsung beraksi. Namun, dia membalas pernyataan Jokowi melalui pusi. Berikut puisi Fadli Zon, terkait pernyataan gendurowo yang dilontarkan presiden.

Ada Genderuwo di Istana

ada genderuwo di istana
tak semua orang bisa melihatnya
kecuali yang punya indra istimewa

makhluk halus rendah strata
menakuti penghuni rumah penguasa
berubah wujud kapan saja
menjelma manusia
ahli manipulasi
tipu sana tipu sini

ada genderuwo di istana
seram berewokan mukanya
kini sudah pandai berpolitik
lincah manuver strategi dan taktik

ada genderuwo di istana
menyebar horor ke pelosok negeri
meneror ibu pertiwi

Puisi Fadli Zon ternyata mendapat penilaian beragam dari warganet. Lebih dari itu, tak berselang lama, puisi Fadli Zon juga dibalas oleh Sekretaris Umum PPP, Asrul Sani dengan puisi.

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemkab Dharmasraya Gelar Mutasi di Idul Fitri

SPIRITSUMBAR.com – Setelah Pileg dan Pilpres kemudian melaksanakan hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 ...