Kamis , 24 September 2020
Beranda - Covid19 - Ekonomi Melambat, Pemimpin di Sumbar Harus Fokus

Ekonomi Melambat, Pemimpin di Sumbar Harus Fokus

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Padang – Sumbar masih menghadapi tantangan perkembangan perekonomian dunia yang terus turun. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Sumbar cenderung mengalami perlambatan dari tahun ke tahun.

Tahun 2014 sebesar 5,88 persen, tahun 2018 sebesar 5,14 dan tahun 2019 diperkirakan pada kisaran 5 sampai 5,2 persen. Lalu di tahun 2020 diproyeksikan paling tinggi 5,3 persen.

”Jika pemimpin Sumbar ke depan tidak fokus pada sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, melakukan transformasi dan inovasi serta membangun sinergi dengan kabupaten dan kota, maka perekonomian Sumbar akan terus melambat,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama A saat pertemuan dengan Jaringan Pemimpin Redaksi Sumatera Barat (JPS) di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Rabu (15/1/2020).




Sektor yang bisa menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar adalah pariwisata, di samping manufaktur. ”Pertanyaannya apakah industri cocok untuk Sumbar? Tidak. Karena jauh dari sumber bahan baku dan akses transportasi pengangkutannya sehingga menimbulkan biaya tinggi. Jadi, yang jelas-jelas aja dulu dikerjakan dengan fokus. Sektor pariwisata lebih masuk akal dan kembangkan itu,” kata Wahyu didampingi Deputi Kepala BI Perwakilan Sumbar Gunawan Wicaksono.

Artikel Lainnya

loading…


Selama ini, dari sisi lapangan usaha, Sumbar termasuk beruntung karena memiliki sektor pertanian yang menyumbang 22 persen, lalu pedagangan 16 persen, transportasi 13 persen dan konstruksi 10 persen.

Beda dengan daerah tetangga yang rentan terganggu perekonomian global karena banyak bergantung pada komoditi ekspor. ”Jadi, sektor pertanian harus kita pertahankan karena terkait dengan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Tapi kalau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kita perlu menggerakkan sektor lain, yaitu sektor pariwisata karena multiflier effect-nya banyak. Kalau sektor pariwisata dikembangkan, artinya kita sudah menggerakkan berbagai sektor, baik itu perhotelan, kuliner, perdagangan, UMKM, transportasi, dan banyak sektor lainnya,” jelasnya.

Wahyu mengungkapkan, saat ini perkembangan pertumbuhan ekonomi Sumbar jika dilihat dari sisi permintaan, penggerak ekonomi Sumbar itu masih konsumsi swasta dan masyarakat. ”Sebesar 55 persen penggerak ekonomi Sumbar itu konsumsi. Pengeluaran pemerintah dari APBD itu share-nya 12 persen. Jadi yang menggerakkan ekonomi ya masyarakat, angkanya 55 persen. Investasi 31 persen, tapi investasi itu kan ada swasta dan pemerintah. Investasi swasta lebih besar dari investasi pemerintah. Nah, apa yang perlu digerakkan untuk membangun ekonomi Sumbar? Ya, investasi.



Selanjutnya >>>

Halaman
[  1  ]    [  2  ]    [  3  ]

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bekas Tambang Galian C Kembali Longsor, Padang – Painan Putus

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Curah hujan yang begitu tinggi menyebabkan bekas galian C di Kelok Jariang, ...