Beranda - Fokus - Dugaan Penistaan Agama di Soal Ujian, Disdik Minta Maaf
Zulkisar
Zulkisar

Dugaan Penistaan Agama di Soal Ujian, Disdik Minta Maaf

Print Friendly, PDF & Email

Memang telah terjadi kesalahan pada soal ujian yang dibuat oleh Veri Herianto, S. PdI yang masih bertatus CPNS setelah diedit oleh Rosmalini, S. PdI tersebut.

“Naskah yang ditulis pembuat soal berbeda jauh maksud dan tujuannya dengan naskah ujian yang telah diedit Tim Editor Soal Ujian SD Kecamatan Junjung Sirih yang dipakai sebagai bahan ujian,” jelas Zulkisar.

Atas temuan itu, lanjut Zulkisar, ujian tersebut langsung dibatalkan dan menarik semua kertas ujian serta menginstruksikan ujian mata pelajaran agama tersebut harus diulang.




Kepada pihak terkait yang telah melakukan kesalahan diminta membuat surat pernyataan bahwa semua masalah yang telah menimbulkan keresahan dan sikap pro kontra masyarakat tesebut adalah merupakan kelalaian Tim Pembuat Soal Ujian Kecamatan Junjung Sirih.

Artikel Lainnya

loading…


Dalam jumpa pers itu Korwil Pendidikan Kecamatan Junjung Sirih Gusni Lendra, SH juga meminta maaf atas kelalaian dan kesalahan Tim Pembuat Soal. “Hal ini semata-mata karena kelalaian dan kesalahan tim, tanpa ada maksud untuk melecehkan Nabi Muhammad SAW. Untuk itu sekali lagi kami minta maaf kepada seluruh masyarakat atas kelalaian kami.”

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Solok Drs. Elyunus, SH., Sp.N mengatakan, “Persoalan ini tidak akan selesai sampai disini saja karena menyangkut masalah agama yang sangat sensitif. Untuk itu, kita akan mengadakan silaturrahmi dengan pihak terkait agar akar permasalahan bisa diketahui dengan pasti.

Sehingga bisa menjelaskan kepada masyarakat tentang permasalahan ini. Mau tidak mau masalah ini akan bermuara kepada keberadaan MUI Kabupaten Solok khususnya, MUI Sumatera Barat umumnya. Untuk itulah perlu dicari akar permasalahan dan solusinya,” kata Elyunus.(eri)

<<< Halaman Sebelumnya

[  1  ]   [  2  ]   [ All ]

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Irman Gusman : Prilaku Birokrat Hambat Investasi ke Sumbar

Spiritsumbar.com, Jakarta- Sumatera Barat sebagai gudang tokoh nasional maupun internasional tidak hanya untuk masa lalu. ...