Beranda - Headline - Dua Rumah Ludes Dimamah Sijago Merah di Pulau Punjung

Dua Rumah Ludes Dimamah Sijago Merah di Pulau Punjung

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Dua buah rumah semi permanen ludes di lalap si jago merah.

Kebakaran rumah tersebut membuat warga terkejut. Kejadian kebakaran terjadi di daerah,di jorong Pulau Punjung Nagari Empat Koto Pulau Punjung,Kecamatan Pulau punjung Kabupaten Dharmasraya,Sumatera Barat, Kamis (27/12/2018) malam.

Empat Unit Mobil Pemadam Kebakaran milik Pemeritah Kabupaten Dharmasraya diturunkan untuk memdampakan api terhadap dua buah rumah yang ludes terbakar.

Mendapat informasi ada kebakaran terhadap milik warga Wakil Bupati Dharmasraya Amrizal Datuk Rajo Medan yang didampingi Wali Nagari Empat Koto Pulau Punjung David Iskan berserta Kapolsek Pulau Punjung IPTU Helmi lansung di tempat Kejadian peristiwa (TKP)

Sementera itu Wali Nagari Empat Koto Pulau Punjung David Iskan yang ditemui awak media,mengatakan memang telah terjadi kebakaraan terhadap dua buah rumah semi permanen yang terjadi malam ini,

Dua buah tersebut adalah Rumah gadang atas nama Afrizon Gadang Malelo dengan Ukuran 12 x 15 M2 terbuat dari Kayu. Serta,  satu unit rumah pribadi atas nama Fitri ukuran 9 x 6 M2 terbuat dari kayu.

Kebakaran dua buah rumah ini diduga akibat arus pendek listri. Untung saja dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, tetapi barang milik korban tidak bisa di selamatkan ludes semuanya.

Kerugian diperkirakan sekitar Rp150 juta lebih.  Sementara ini korban tinggal di tempat saudaranya yang tidak jauh dari tempat kejadian.

Musibah kebakaran ini empat unit mobil lemadam mebakaran milik Pemeritah Kabupaten Dharmasraya di turunkan untuk memadamkan api yang membakar dua buah ini.

“Besok pagi kami bersama warga akan gotong royong membersihkan puing kebakaran ini,” ujar Wali Nagari Empat Koto Pulau Punjung David Iskan (Eko).

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bagindo M Leter Rindukan Sosok Donny Moenek

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Walau hanya beberapa bulan menjadi Penjabat Gubernur Sumbar, namun Reydonnyzar Moenek telah ...