Beranda - Headline - Dua Hal Ini, Jadi Hantu Pilkada Serentak 2018
Wagub Sumbar sosialisasi Pilkada Serentak 2018
Wagub Sumbar sosialisasi Pilkada Serentak 2018

Dua Hal Ini, Jadi Hantu Pilkada Serentak 2018

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Jakarta – Sukses pemilihan kepala daerah ditentukan oleh tingkat partisipasi pemilih, tidak ada money politik dan back kempen.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit seusai mengikuti acara Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada Serentak yang dilaksanakan tahun 2018, di hotel Grand Sahit Jaya Jakarta, Selasa (20/2/2018).
Artikel Lainnya

loading…


Wagub Nasrul Abit lebih jauh menyampaikan pernyataan ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo dalam Rakernas Pilkada 2018. Begitu banyak saat ini tantangan global yang dihadapi bangsa saat ini, menjaga persatuan dan keutuhan NKRI menjadi bahagian pula dalam menyuksekan pilkada serentak tahun 2018.

Menurunnya partisipasi pemilih dari beberapa penyelenggaraan pilkada sebelumnya, menjadi catatan Mendagri bagaimana penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2018, meningkat tentu ini menjadi peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pengawas Pemilihan umum Kepala Daerah (Panwaslu-kada).

Meningkatkan partisipasi pemilih juga berkaitan dengan jualan konsestan pilkada dalam kelihaiannya menawarkan program kerjanya, semangat membangun daerah.

Kemudian pasangan calon (paslon) mesti menjauhkan diri dari kegiatan money politik, kampaye hitam (back kempen) serta pemberitaan bohong (hoax) yang menjadikan penyelenggaraan pilkada ajang promosi yang tidak sehat yang justru membuka ruang konplik yang tidak perlu.

Penyelenggaraan pilkada bertujuan melaksanakan sistem demokrasi dalam pemerintahan, guna mencari kepala daerah pilihan rakyat yang nanti pada saat mereka bekerja untuk kesejahteraan rakyat, terang Wagub Nasrul Abit.

Wagub Nasrul Abit menyampaikan, tahun ini bangsa Indonesia tengah memasuki tahun politik, 171 daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak. Ada 17 Gubernur, 155 Bupati, 39 Walikota dengan anggaran mencapai lebih kurang 11 Triliun.

Penjelasan Ketua KPU menyampaikan saat ini kendala dilapangan kekurangan personil dan pegawai (SDM) dan dukungan pembiayaan yang belum oktimal.

Adapun data pemilihan pilkada 2018 sebanyak 163.146.802 pemilih dengan badan penyelenggraan yang terlibat 3 juta orang. Pencalonan pemilihan gubernura di 17 provinsi dengan 53 paslon parpol dan 4 paslon perorangan, ujar Nasrul Abit

Selanjutnya >>>

Dua Hal Ini, Jadi Hantu Pilkada Serentak 2018

[ 1 ]   [ 2 ]

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Nasrul Abit Lepas Calon Haji Kloter Padang

Spiritsumbar.com, Padang – Mendapat rahmat Allah pergi haji saat ini butuh waktu, memdaftar hari ini ...