Kamis , 19 September 2019
Beranda - Headline - Dramatis, Timnas U-19 Tumbangkan UEA
Selebrasi Witan Sulaeman usai mencetak gol ke gawang UEA (foto AFC)
Selebrasi Witan Sulaeman usai mencetak gol ke gawang UEA (foto AFC)

Dramatis, Timnas U-19 Tumbangkan UEA

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 berhasil mengalahkan Uni Emirat Arab 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018. Dengan hasil ini, skuat Indra Sjafri maju ke babak perempat final Piala Konfederasi Sepakbola ( Piala AFC) U-19.

Pertandingan Indonesia versus Uni Emirate Arab berlangsung menarik dan cepat. Kedua tim yang sama ingin lolos ke perempat final berupaya untuk menciptakan gol.

Namun, Timnas U-19 yang memperagakan permainan taktis berhasil meraih keunggulan melalui Witan Sulaeman pada menit pada menit 23′.

Unggul 1 gol, Tim Garuda Muda tetap mengambil inisiatif serangan. Namun, karena rapatnya pertahanan UEA, gol tambahan masih belum terealisasi.

Baca : Indra Sjafri Yakin Bisa Kalahkan UEA

UEA tidak tinggal diam, serangan variatif dan cepat juga diperagakan. Namun, UEA seperti tidak mampu menyaingi kecepatan para pemain Indonesia. Skor 1-0 untuk keunggulan Indonesia bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, pemain cepat kembali diperagakan oleh kedua tim. Bebarapa kali para pemain UEA nyaris lolos dari pertahanan Indonesia. Puncaknya, belum 10 menit babak kedua berlangsung, Garuda Muda harus bermain 10 pemain. Kapten tim, Nurhidayat Haji Haris mendapat kartu kuning kedua pada menit 53′

Bermain dengan 10 pemain, pelatih Indra Sjafri harus menarik Saddil Ramdani diganti dengan pemain belakang Indra Mustafa pada menit 55′

Baca : Kontra UEA, Indra Sjafri : Kemenangan Adalah Harga Mati

Dengan kondisi pincang, para punggawa Garuda Muda sedikit keteteran. Mereka harus berupaya mati matian memperkuat pertahanan.

Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Para pemain Indonesia kembali bangkit. Bahkan, beberapa kali kembali menebar ancaman ke gawang UEA. Namun, sampai skor 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir. (Salih)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Perkuat Kewenangan DPD RI Dengan Politik Hukum

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Kewenangan DPD RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dapat diperkuat dengan politik hukum, ...