Beranda - Headline - DPRD Sumbar Kritik Perubahan Rambu Lalin
H. M. Nurnas
H. M. Nurnas

DPRD Sumbar Kritik Perubahan Rambu Lalin

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Padang –Sebagian besar rambu rambu dilarang parkir telah diubah menjadi larangan berhenti di sepanjang Jalan Sudirman, Jalan Rasuna Said dan Khatib Sulaiman Kota Padang. Dampaknya, jalan altileri tersebut kendaraan bermotor dilarang berhenti di sepanjang jalan.
Artikel Lainnya

loading…


Komisi IV DPRD Sumbar mengkritik keras langkah Pemerintah Kota Padang mengganti rambu-rambu di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman dari leter P menjadi leter S, sejak digantinya rambu-rambu tersebut, mulai dari jalan Sudirman hingga sepanjang Jalan Khatib Sulaiman tidak boleh lagi ada kendaraan yang berhenti.

Leter P artinya dilarang parkir, sedangkan rambu-rambu penggantinya leter S bermakna dilarang berhenti. Dalam hal ini ada 18 rambu-rambu di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman yang diganti oleh jajaran Satlantas Polresta Padang bersama Dinas Perhubungan Kota Padang.

“Tak satupun lagi kendaraan mulai dari Jalan Sudirman menuju Khatib Sulaiman bisa berhenti sejenak menurunkan penumpang. Padahal jalan itu adalah pusat perkantoran dan juga ada pusat perbelanjaan. Ini perlu ditinjau oleh Pemko Padang, jangan karena menerapkan tertib lalu lintas masyarakat jadi korban, harus ada pertimbangan-pertimbangan,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar, Yulfitni Djasiran di ruangannya, Selasa (13/2/2018).

Terkait ini, pasca digantinya rambu-rambu disepanjang jalan Khatib Sulaiman, disebutkan mereka yang ingin berhenti bisa langsung ke lahan parkir yang telah disediakan dinas atau perkantoran yang ada di lokasi sekitar.

Disebut Yulfitni aturan ini akan menyulitkan, sebab tidak semua masyarakat mempunyai kendaraan. Ia mempertanyakan bagaimana dengan masyarakat yang menggunakan angkutan umum seperti angkot, saat tak ada angkot yang bisa berhenti di Jalan Khatib Sulaiman, otomatis mereka harus berjalan kaki menuju tempat yang dituju.

“Atau apakah masyarakat yang punya tujuan ke khatib ini harus berhenti di Ulak Karang, lalu kemudian mereka berjalan kaki ke Belanti,” pungkasnya.

Ditambahkan Yulfitni, penggantian rambu-rambu oleh Pemko Padang melalui dinas perhubungan dan pihak kepolisian harus dipertimbangkant karena di kawasan itu telah banyak dikeluarkan izin pembangunan. Ada perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan dan pemukiman warga.

“Apakah semua pelanggan transmart itu punya kendaraan, apakah semua pegawai kantor yang ada di sana punya kendaraan? Begitu juga dengan masyarakat di sekitar itu, tidak semua dari mereka punya kendaraan. Jika tidak ditinjau ulang ini namanya menyusahkan rakyat,” imbuhnya.

Yulfitni menyarankan, untuk mengurai macet ada baiknya yang dipikirkan Pemko Padang adalah melakukan pelebaran Jalan Khatib Sulaiman atau mendirikan fly over. Hal itu karena, sepengetahuan dia sudah 30 tahun lamanya Jalan Khatib Sulaiman tidak pernah dipelebar. Sementara jumlah masyarakat yang memakai kendaraan bertambah setiap tahunnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sumbar,  M Nurnas mengatakan, kalau kebijakan ini tidak ditinjau ulang, sama halnya Pemko Padang tidak patuh menerapkan aturan. “Harusnya leter S itu mempunyai batas, radiusnya 30 meter ke kiri dan 30 meter ke kanan. Kalau sepanjang jalan itu leter S bersambung-sambung, sama halnya tak ada ruang bagi masyarakat untuk berhenti. Itu tidak benar, mengurai macet bukan seperti itu caranya,” ujar Nurnas.

Disebut Nurnas beberapa cara yang bisa diambil untuk mengurai macet. Diantaranya,  melarang kendaraan berputar di area yang dilarang, melarang parkir kendaraan di trotoar dan mempertimbangkan setiap izin yang dikeluarkan dalam pembangunan.

“Bangunan yang telah dikeluarkan izinnya harus diwajibkan mempunyai lahan parkir. sehingga tak ada trotoar yang dipakai sebagai area parkir dan menimbulkan macet. Intinya tidak hanya di Khatib Sulaiman, semua jalan di Kota Padang harus diberlakukan ketegasan. Mesti ada penertiban dalam bentuk memberi sanksi tegas terhadap mereka yang melanggar,” tutur Nurnas.

Sebelumnya, Kasatlantas Polresta Padang, Kompol Asril Prasetya mengatakan, penggantian rambu-rambu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan disepanjang Jalan Khatib Sulaiman. “Ada 18 titik yang kami ganti, dari leter P yang artinya dilarang parkir menjadi leter S yang artinya dilarang berhenti,” ujarnya.

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Isa Kurniawan

Wasit dan Kontestati

Isa Kurniawan, Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas) Setelah digelar beberapa pertandingan di Piala Dunia 2018 ...

Pilkada Padang 2018
close
Pilkada Padang 2018
close