Selasa , 24 September 2019
Beranda - Berita Pilihan - Dituding Pungli, Kakemenag Solsel Ancam Guru Sertifikasi
ilustrasi pungli
ilustrasi pungli

Dituding Pungli, Kakemenag Solsel Ancam Guru Sertifikasi

Print Friendly, PDF & Email




Spirit Sumbar – Diberitakannya Pungutan Liar (Pungli) dana sertifikasi guru agama di lingkungan Kemenag Solok Selatan, membuat Kepala Kementerian Agama (Kakemenag), dengan inisial BK merasa kebakaran jenggot.

Baca: Uang Sertifikasi Guru Kemenag Solok Selatan di Pungli

Kakemenag mengancam guru-guru sertifikasi di Pontren Kaslampaian Muaralabuh. Mereka dianggap BK telah membeberkan pungutan tersebut. “Dengan ancaman bahwa tunjangan dana profesi guru itu akan dicabut,” kata sumber yang layak dipercaya di Pondok Pesantren tersebut, Kamis (21/1).

Khusus terhadap guru- guru, PNS dan Yayasan Pondok Pesantren (Pontren) Kalampaian Muaralabuh yang dianggap BK sebagai sumber yang ikut membeberkan pungli terebut. Mereka, diancam SK nya bakal dicabut. PNS yang ditempatkan di Pontren tersebut bakal dipindahkan ketempat lain. Dan bantuan apapun dari Pemerintah pusat ke Yayasan itu tidak akan diberikan.

Menerima ancaman seperti itu, seluruh guru-guru sertifikasi di Pontren ini, PNS dan Yayasan Pontren itu merasa takut dan kecemasan.

Kondisi inilah diduga yang dimanfaatkan Ka Kemenag untuk menyelamatkan dirinya. Agar dianggap tidak terjadi dugaan Pungli tersebut dengan memaksa guru-guru sertifikasi di Pontren ini. Agar mereka membuat surat pernyataan bahwa tidak ada pemotongan dana sertifikasi bagi guru-guru di Pontren ini, yang ditanda tangani 8 orang guru-guru sertifikasi dan surat pernyataan tersebut disampaikan ke media ini.

Sebenarnya, Kakemenag merasa galau dengan pemberitaan dugaan kasus pungli di lingkungan Kemenag ini. Sehingga membuat dia main ancam saja, tak peduli ancaman itu tidak tepat sasaran dan tidak masuk akal.

Seperti ancamannya ke Yayasan Pontren Muaralabuh, itu dinilai banyak kalangan salah alamat. Pasalnya, sumber yang membuka adanya pungli di lingkungan Kemenag itu bukanlah berasal dari guru-guru Pontren ini. Melainkan dari guru- guru dari sekolah agama negeri lainnya di Solok Selatan. “Tapi, kenapa kok Ka Kemenag memberikan acaman kepada guru- guru, PNS dan Yayasan Pontren tersebut,” kata alumni Tarbiyah Islamiyah Muaralabuh yang tidak bersedia ditulis namanya.

Bahkan alumni Madrasah Tarbiyah Islamiyah Muaralabuh ini menyesalkan tindakan Kakemenag tersebut. “Seharusnya Kakemenag selaku pembina keagamaan di daerah ini. Termasuk membina sekolah agama seperti Madrasah dan Pontren swasta di daerah ini. Secara moral ikut memberikan pembinaan terhadap Madrasah dan Pontren, bukannya mengancam seperti itu, “ katanya.

“Tidak itu saja, informasi yang diperoleh media ini juga dari kalangan staf Kemenag Solok Selatan. Dimana Kakemenang juga mengancam akan memecat stafnya yang sengaja membuka dugaan kasus pungli ini kepada pers,” kata sumber itu.

“Tak tanggung-tanggung, Kakemenag juga akan melaporkan media yang memberitakan ke pihak berwajib, karena di anggap telah membuat berita tidak benar dan dianggap telah melakukan pencemaran nama baik Kakemenag, “ kata sumber itu.

Selain itu, Ka.Kemenag juga akan membuat bantahan yang merupakan hak jawab bagi seseorang yang dirugikan dengan pemberitaan sebagaimana diatur UU.No.40 tahun 1999 tentang Pers. Namun sampai berita ini diturunkan tidak ada bantahan tersebut disampaikan ke media ini.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Kepala Kemenag, BK di ruang kerjanya Jumat(22/1), dia membantah adanya ancaman kepada guru-guru,PNS dan Yayasan Pontren Kalamapaian Muaralabuh itu.”Saya tidak pernah mengancam akan mencabut sertifikasi guru- guru Pontren Muaralabuh itu. Juga, tidak pernah mengancam akan memindahkan PNS di sana. Begitu juga, tidak pernah mengatakan tidak akan memberikan bantuan ke Yayasan Pontern tersebut, “ katanya.

Sebelumnya, mengenai pemotongan ini diakui oleh Kasubag TU Kemenag Solok Selatan Mahadolog. S.Ag. MM. Dia mengaku bahwa memang ada pemotongan tersebut, namun hal itu sudah berdasarkan hasil rapat Kepala Kemenag dengan guru- guru agama penerima tunjangan professi tersebut. “Dana hasil pungutan tersebut dipergunakan untuk uang transpor petugas dari kemenag Solok Selatan ke Solok dan Padang dalam rangka pengurusan persyaratan mendapatkan dana sertifikasi bagi guru- guru agama di lingkungan Kemenang Solok Selatan ,“ kata Kasubag TU Kemenag Solok Selatan yang akrab dipanggilan pak Dolog itu.

TIM

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kapolda Sumbar Terima Rekor MURI

Fakhrizal: Pelestarian Budaya Minang Harus Berkesinambungan SPIRITSUMBAR, com, Solok Selatan – Ribuan penari piring mileneal ...