Beranda - Headline - Dituding Dekat Dengan Waria, Ini Komentar Dian Fakri
Foto Dian Fakri diapit 10 waria pada kegiatan KPA yang beredar di media sosial (foto WA - Istimewa)
Foto Dian Fakri diapit 10 waria pada kegiatan KPA yang beredar di media sosial (foto WA - Istimewa)

Dituding Dekat Dengan Waria, Ini Komentar Dian Fakri

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Foto Kepala Satuan Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Padang, Dian Fakri bersama para waria beredar di media sosial. Dalam foto yang beredar,  Dian Fakri diapit 10 waria pada sebuah kegiatan  Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Malahan, foto tersebut telah beredar di kalangan anggota DPRD Padang.

Keberadaan foto itu menjadi gunjingan para netizen, lantaran dianggap berseberangan dengan program walikota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk memberangus Lesbian Gay Bisexual dan Transgender (LGBT).

Menanggapi hal itu, Dian Fakri menegaskan munculnya foto tersebut sebagai upaya menyudutkan dirinya. Malahan, dia juga mempertanyakan hubungan antara waria dengan LGBT. “Itu upaya orang yang tidak senang dengan saya yang menganggap mendukung LGBT,” ujar Dian Fakri melalui selulernya, Jumat (12/5/2017).

Dia juga mempertanyakan hubungannya dengan LGBT, karena kegiatan itu dilaksanakan KPA dan Fort De Kock Sosial in Society (FORSIS) yang bergerak di bidang pencegahan HIV/AIDS.

Dian menjelaskan, kehadiran dirinya dalam acara waria yang bertajuk lip sync itu lantaran diundang sebagai narasumber. “Karena kali ini baru yang dihadiri Kepala Satpol, maka sebagai bentuk penghargaan saya diminta untuk menyerahkan hadiah,” ujar Dian Fakri.

Dia menegaskan, foto dirinya bersama dengan waria yang di-upload dalam  media sosial itu tidak berkaitan dengan  LGBT.  Namun tambahnya, sebagai upaya mengambil sampel darah para waria untuk menekan penyebaran AIDS di Kota Padang.

“Jumlah penderita AIDS sudah sangat luar biasa di Kota Padang. Apalagi ada kecenderungan, jika mereka terkena AIDS maka berupaya untuk menularkan pada pihak lain. Mereka seperti tidak terima, jika hanya dirinya yang terserang AIDS,” ujarnya. (Palimo)

Artikel lainnya

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Timnas Indonesia U-19 versus Qatar di penyisihan Grup A

Timnas U-19 Dihajar Qatar, Ini Kata Indra Sjafri

Spiritsumbar.com – Tim Nasional Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Qatar dengan skor 5-6 pada laga ...