Beranda - Headline - Dipukul, Wartawan Unjuk Rasa ke Rutan Painan
Aksi demo wartawan pesisir selatan menyangkut tindakan kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh Kepala Pengamanan Rutan Painan (foto: Niko – Spirit Sumbar)
Aksi demo wartawan pesisir selatan menyangkut tindakan kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh Kepala Pengamanan Rutan Painan (foto: Niko – Spirit Sumbar)

Dipukul, Wartawan Unjuk Rasa ke Rutan Painan

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.co.id – Narapidana (Napi) atas nama Alfaredo (25) dengan kasus narkoba yang harus menjalani proses hukuman 5 tahun 1 bulan kabur dari rumah tahanan (rutan) Painan. Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu, (20/4/2016).

Baca: Kepala Pengaman Rutan Painan Hajar Wartawan

Hal ini, dikatakan oleh kepala Rutan Painan, Edi Mansyah ketika diklarifikasi oleh Wartawan Pesisir Selatan yang tergabung dari media cetak, online dan elektronik yang saat itu melakukan aksi unjuk rasa di rutan tersebut.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan para wartawan ini, sebelumnya dipicu oleh tindakan Idris selaku KPR (kepala pengamanan rutan ) yang menghalang-halangi tugas wartawan. Dimana waktu itu sempat terjadi aksi dorong dan tarik menarik antara Idris dibantu 3 orang anggota pengamanan rutan untuk mengusir 3 orang wartawan yang ingin mengkonfirmasi tentang dugaaan napi yang kabur.

Namun, ketika hendak dikonfirmasi, KPR menolak untuk dimintai keterangan. Aksi dorong dan tarik menarik pun terjadi, dimana Idris memukul kamera Handycam Roby Oktora Romanza, Wartawan Padang TV yang ingin mengambil video, sehingga tangan kanannya terluka gores. Kejadian itu juga, disaksikan oleh dua rekan wartawan lainya yakni Okis Mardinsyah dari Harian Koran Padang dan Emil dari Delik Hukum.

Situasi semakin memuncak dan memanas disaat Idris melontarkan kata yang dianggap menantang wartawan. “Ang imbau kawan-kawan wartawan ang sado alah la. Buek berita sagadang-gadangnyo. Den ndak takuik do (Kau panggil semua wartawan. Bikin berita sebesar-besarnya. Saya tidak takut),” ungkapan Idris yang terekam video kamera serta disaksikan oleh okis dan emil.

Tak lama kemudian, Roby Oktora Romanza, memanggil rekan-rekan wartawan lainnya serta meyampaikan peristiwa yang dialami itu.

Ia pun bersama dua orang rekannya, segera melaporkan Idris ke SPKT Polres Pesisir Selatan pada hari itu juga, Selasa, (14/4/2016) dengan laporan atas tindakan kekerasan dan prilaku tidak menyenangkan sewaktu melaksanakan tugas liputan. Sekitar Pukul 15.00 Wib Roby didampingi wartawan singgalang melakukan visum akibat luka gores yang didapat atas peristiwa di Rutan Painan.

Tak sampai disitu, bahkan rekan wartawan dari daerah kabupaten dan kota lainnya juga melakukan aksi unjuk rasa , Rabu, (20/4/2016), menyangkut tindakan kekerasan kekerasan terhadap wartawan padang TV di Pesisir Selatan.

Sementara aksi unjuk rasa di Painan , Datuak Yusmardi selaku kordinatror lapangan meminta agar tindakan kekerasan terhadap wartawan harus diproses sesuai aturan pokok Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999. “Kami meminta, tindakan kekerasan terhadap wartawan harus dituntut sesuai undand undang pokok pers” tegas yusmardi.

Disamping itu, saat klarifikasi, Idris mengatakan bahwa ia tidak bermaksud untuk menantang wartawan. “Saya cuma ingin rekan-rekan wartawan bisa membantu saya, agar masalahnya tidak terlalu dibesar-besarkan” terangnya kepada wartawan pessel di depan rutan painan didampingi oleh kapolres Pesisir Selatan beserta kepala rutan.

Maka mendengar jawaban itu, juga sontak terjadi tanya jawab “Apakah narapidana dengan kasus narkoba yang kabur itu harus dibantu juga pak” tanya salah seorang wartawan.

Maka Kepala Rutan Painan, Edi Mansyah meminta maaf kepada rekan wartawan atas kekeliruan prilaku Idris sebagai terlapor. Ia berjanji, ke depan tidak akan terjadi kejadian yang sama lagi.

Kepala Rutan mengakui memang benar bahwa Edo, narapidana Rutan Painan kelas 2 B telah kabur pada hari kamis tanggal 14 April pukul 13.30. ditambahkannya, Edo (Napi) itu kabur akibat kecolongan dan kelalaian pihak pengawal pengamanan sewaktu melakukan sisia sisa sampah yang harus dibuang.

Ia juga tidak menduga hal itu terjadi, karena selama ini, Edo dinilai berprilaku baik-baik saja makanya bisa diberikan izin keluar seperti membuang sampah dan bekerja ngecat rumah dinas rutan. Namun terang Edi, waktu kejadian ia sedang tidak berada dilokasi.

“Tanggal 14/4 kabur, maka besoknya tanggal 15/4, Kami buat laporan. ini udah kita laporkan ke polisi, bahkan yang ngirim langsung dari pihak pengamanan. Pak Idris yang antar, ke Polres dan Polsek-Polsek juga sudah, silahkan di cek kebenarannya bapak wartawan. Saya juga laporkan kejadian itu ke kakanwil dan dua hari yang lewat. Tim kakanwil juga turun untuk periksa tentang tahanan yang lepas dan sayapun juga ikut diperiksa, kenapa ini bisa terjadi, karna saya juga tidak berada di tempat pak” Jelas Edi Mansyah untuk mengklarifikasi soal tahanan kabur yang telah menjadi atensi publik.

Masih ditempat yang sama, Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Deni Yushadi menjawab bahwa ia belum membaca surat laporan menyoal ada tahanan berkasus narkoba kabur dari rutan. “ ya, hingga saat ini, saya belum pernah membaca surat laporan itu” katanya waktu itu.

Menyoal, laporan Roby Wartawan Padang TV ke SPKT Polres Pessel atas korban tindakan kekerasan yang dialaminya sewaktu meliput, dirinya ingin bahwa proses hukum di Pessel harus berjalan sesuai jalurnya dan mengutamakan UU Pers No 40 tahun 1999.

NIKO

lebih lengkap, baca versi cetak:

Polisi baca The Public
Polisi baca The Public
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Banjir di Pasaman Barat yang menghambat pengerjaan jalan

Banjir, Pekerjaan Teluk Tapang – Bungo Tanjung Terhenti

SPIRITSUMBAR.com, Pasaman Barat – Sekitar 4 km ruas paket kontruksi pembangunan akses Pelabuhan Teluk Tapang ...