Beranda - Berita Pilihan - Dinkes Agam Lakukan Pembinaan Dokter Kecil

Dinkes Agam Lakukan Pembinaan Dokter Kecil

Print Friendly, PDF & Email




Spirit Sumbar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melakukan pembinaan kepada dokter kecil tingkat sekolah dasar (SD) yang ada di daerah itu agar tingkat kesehatan anak didik meningkat setiap tahunnya.

“Setiap tahun kita melakukan pembinaan kepada sekolah dalam menciptakan kader-kader anak bangsa yang memiliki pola pikir hidup sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. Indra di Lubuk Basung, Rabu (20/1/2016) pada wartawan di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, ini penting dilakukan agar sekolah itu lebih sehat untuk belajar dan sebagai tempat bermain sehingga pelajar merasa betah dalam menimba ilmu di sekolah itu.”Pembinaan kesehatan di sekolah juga melibatkan pihak Puskesmas di wilayah setempat,” katanya

Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, pihaknya juga memberikan materi kesehatan lingkungan kepada peserta didik. “Kita berharap dengan kegiatan pembinaan kepada dokter kecil ini bisa memberikan semangat bagi anak-anak lainnya untuk berprilaku hidup sehat dan bersih disamping mereka bisa mengawasi lingkungan,” terangnya

Disamping itu, pemerintah Kabupaten Agam juga mengikutsertakan dokter kecil binaan Puskesmas dalam penilaian dokter kecil award berprestasi tingkat kabupaten dan Provinsi Sumatera Barat.”Kita harap dokter kecil ini bisa memotivasi mereka untuk menjadi duta kesehatan di masyarakat dan keluarga,” ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Agam telah memiliki 3.446 dokter kecil yang tersebar di 470 unit Sekolah Dasar (SD). Selain memiliki dokter kecil, Kabupaten Agam juga memiliki Kader Kesehatan Remaja (KKR) dengan jumlah 1.191 orang. Mereka ini tersebar di 94 unit SMP, 50 unit SMA dan SMK

IRMAN NAIM

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Donny Moenek Ingatkan, Pendanaan Pilkada, Agar Mengacu Regulasi Terbaru

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Mencermati pendanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tahun 2020 yang akan ...