Kamis , 19 September 2019
Beranda - Headline - Dilarang Hubungan Suami Isteri Tanpa Busana, Ternyata Ini Dalilnya
Menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah
Menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah

Dilarang Hubungan Suami Isteri Tanpa Busana, Ternyata Ini Dalilnya

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, – Pada masyarakat Muslim ada anggapan bahwa ketika suami istri berjima, mereka harus menutupi tubuhnya alias tidak diperbolehkan tanpa busana. Hal ini dilandasi oleh dua hadis berikut ini.

Pertama, hadis riwayat Ibnu Majah. “Jika seseorang di antara kalian hendak mendatangi istrinya, maka hendaklah menutupi tubuhnya, dan janganlah bertelanjang bulat seperti telanjangnya dua khimar.”

Kedua, hadis riwayat Tirmidzi. “Janganlah kalian bertelanjang, sebab sungguh bersama kalian ada makhluk yang tak pernah berpisah…”

Bagaimanakah duduk persoalan yang sebenarnya dan bagaimana kedudukan dua hadis tersebut? Salim A. Fillah di dalam bukunya Bahagianya Merayakan Cinta menjelaskan bahwa hadis pertama (yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah) adalah dhaif. Dalam sanadnya terdapat Al Ahwash bin Hakim dan Walid bin Al Qasim Al Hamdani, keduanya dhaif. Bahkan, An Nasai memberi catatan: “hadis ini mungkar.”



Sedangkan hadis kedua (riwayat Tirmidzi), sesungguhnya tidak bisa dijadikan alasan suami istri harus menutup tubuhnya dengan selimut atau semisalnya saat berjima dikarenakan malu dengan makhluk lain yang disebutkan dalam hadis tersebut. Padahal, di dalam hadis itu telah ada jawabannya. Yakni kelajutan hadis tersebut yang sering tidak diketengahkan secara lengkap.



“Janganlah kalian bertelanjang, sebab sungguh bersama kalian ada makhluk yang tak pernah berpisah kecuali di saat kalian membuang hadats di jamban dan ketika seorang suami mendatangi istrinya” (HR. Tirmidzi).

Salim A. Fillah kemudian menutup penjelasannya dengan kalimat berikut: “Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya, bahkan Ia menghendaki kemudahan bagi mereka. Ketika seorang hamba bersama istrinya telah menutup diri dari pandangan manusia di dalam satu bilik di rumahnya, maka Allah tidak lagi membebani mereka dengan hal yang menyulitkan dan memberatkan seperti memakai selimut. Karena bisa jadi selimut akan mengganggu jika hendak berekspresi dan berkreasi. Padahal yang demikian adalah hak yang Allah berikan pada mereka berdua untuk meraih kemuliaan di sisi-Nya.”

Bagaimana kebiasaan Anda selama ini? [inilah.com disadur dari bersamadakwah.com]

Tonton Keindahan Bunga Langka yang mekar sekali 400 Tahun

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Perkuat Kewenangan DPD RI Dengan Politik Hukum

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Kewenangan DPD RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dapat diperkuat dengan politik hukum, ...