Beranda - Pendidikan - Artikel - Diklat Cakep Yang Cakap
Feri Fren
Feri Fren

Diklat Cakep Yang Cakap

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)

Dalam rangka meningkatkan kualitas kepala sekolah, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Peraturan ini memuat tentang sistem penyiapan calon kepala sekolah (cakep), proses pengangkatan, masa tugas, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), Penilaian Kinerja Kepala Sekolah, mutasi dan pemberhentian tugas guru sebagai kepala sekolah.

Dalam memilih calon-calon kepala sekolah yang cakap dan berkualitas tentu melalui proses seleksi. Sebagai tahap awal dinas pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi mengawalinya dengan proses seleksi admistrasi sesuai dengan proyeksi kebutuhan pengangkatan kepala sekolah.

Tahap selanjutnya proses seleksi dengan melakukan seleksi substansi bakal calon kepala sekolah berupa ujian tulis yang dahulunya disebut dengan seleksi akademik. Setelah peserta dinyatakan lulus, barulah dilaksanakan Diklat (pendidikan dan pelatihan) In-1 dengan pola 70 jam, on the job learning senilai 200 jam, dan Diklat In-2 dengan pola 30 jam.

Setelah dinyatakan lulus dan memperoleh nomor register yang dahulunya dikenal dengan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS), barulah boleh diangkat menjadi kepala sekolah.

Dalam perkembangan sesuai kenyataan dilapangan bahwa masih banyak kepala sekolah yang sudah diangkat tapi belum memiliki nomor register, maka Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 diperkuat lagi dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Pada BAB XI Pasal 21 huruf e ketentuan peralihan Permendikbud tersebut menyatakan, bagi kepala sekolah yang sudah menduduki jabatan, namun belum mendapatkan pelatihan dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) dan belum memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah, wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah.

Selanjutnya, bagi kepala sekolah yang tidak lulus pendidikan dan pelatihan penguatan kepala sekolah, diberi kesempatan untuk mengikuti kembali pendidikan dan pelatihan penguatan Kepala Sekolah paling banyak 2 (dua) kali. Kalau masih juga tidak lulus, maka akan diberhentikan sebagai kepala sekolah berdasarkan usulan Direktur Jenderal kepada kepala Dinas Pendidikan atau penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat sesuai dengan kewenangannya.

Pendidikan dan pelatihan penguatan Kepala Sekolah dilaksanakan oleh LPPKS atau lembaga lain yang telah bekerjasama dengan LPPKS berdasarkan persetujuan dari Direktorat Jenderal yang menangani pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk tenaga fasilitatornya direkrut oleh LPPKS dari unsur Widyaiswara LPMP, Pengawas Sekolah, Dosen Perguruan Tinggi yang sebelumnya dilatih dalam bentuk kegiatan Training of Trainer (ToT) Penguatan Kepala Sekolah, dinyatakan lulus yang dibuktikan dengan adanya sertifikat pendidikan dan pelatihan dari LPPKS.

Sebagai tahap awal kegiatan PKB dilaksanakan secara menyeluruh dengan memberikan pendidikan dan pelatihan penguatan kompetensi kepala sekolah untuk mendapatkan kesetaraan dengan kepala sekolah yang telah melalui proses penyiapan dengan sistem yang diberlakukan oleh LPPKS.

Program kegiatan PKB bagi kepala sekolah dilaksanakan dengan pola 71jam pelajaran dengan durasi waktu 1 jam pelajarannya 45 menit. Materi-materi yang disusun sudah disiapkan sedemikian rupa guna mempersiapkan diri bagi seorang kepala sekolah untuk bisa menjadikannya sebagai seorang kepala sekolah yang profesional.

Diantara materi kegiatan PKB yang akan dipahami oleh kepala sekolah yang sedang menduduki jabatan adalah, teknis analisis manajemen (TAM), rencana kerja sekolah (RKS), keuangan, pengelolaan sumber daya, supervisi guru dan tenaga kependidikan, kepemimpinan, kewirausahaan, pengembangan sekolah berdasarkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP), dan lain sebagainya.

Setelah mengikuti program PKB, diharapkan akan bisa memicu dan memacu diri seorang kepala sekolah untuk bisa melakukan pengembangan sekolah yang dipimpinnya ke arah yang lebih baik. Sebagaimana yang kita ketahui, sekolah yang bagus tidak akan bisa diwujudkan jika dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang jelek kualitasnya. Untuk itu peserta Diklat cakep sudah selayaknya berasal dari guru yang cakap.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemain Timnas U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. (foto pssi)

Sutan Zico Bakal Hadir di Opening Ceremony Minangkabau Cup 2018

SPIRITSUMBAR.com – Opening Ceremony Minangkabau Cup II tahun 2018 bakal tampil dalam suasana heboh dan ...