Beranda - Berita Pilihan - Dihajar Yaris, Guru Tahfidz Al Qur’an Terlempar 3 Meter

Dihajar Yaris, Guru Tahfidz Al Qur’an Terlempar 3 Meter

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Niat Syarif Hidayat (25) untuk menciptakan generasi Al Qur’an harus kandas di pinggir jalan, Sabtu, 25 Januari 2019 sekira pukul 16.10 wib.

Syarif yang mengendarai sepeda motor Honda Kharisma BA 5767 TK,  bertabrakan dengan Toyota Yaris BA 1961 OV di perbelokan Jl. Dr. Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Dampaknya, Syarif Hidayat mengalami patah kaki sebelah kanan. Sementara tangan kanan lelaki yang akrab dipanggil ustadz itu mengalami retak.

Penuturan Syarif  pada tim olah tempat kejadian perkara (TKP) di Rumah Sakit Tentara, Reksodiwiryo, Padang saat itu dia lagi selesai servis motor di Marapalam. Tujuan berikutnya, hendak menjemput teman ke Jati yang sama sama mengajar Tahfidz Quran di Masjid Al Quwait, Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung.

Saat di perjalanan menuju Jati, tiba tiba datang Toyota Yaris dari arah Simpang Haru yang berbelok. Tanpa terkendali mobil yang dikemudikan Gilang (16 tahun), pelajar salah satu SMA swasta Kota Padang itu bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Syarif.

Kuatnya benturan, Syarif terpelanting sejauh 3 meter dengan kondisi kaki kanan patah dan tulang tangan mengalami retak.

Olah TKP oleh Lakalantas Polres Kota Padang
Olah TKP oleh Lakalantas Polres Kota Padang

Ani (37) pemilik warung di pinggir jalan tersebut kaget, lantaran korban terpelanting sampai ke dalam warung.

“Saya kaget, melihat korban yang terpelanting begitu jauh. Sebelum tabrakan, mobil yang dikemudikan oleh anak itu langsung saja berbelok,” ujar Ani pada The Public (Grup Spirit Sumbar) di TKP.

Emzarlis (71)  yang juga berada di TKP saat kecelakaan mengaku kaget, karena saat berbelok mobil tersebut tidak berhenti.

“Saat berbelok, biasanya mobil berhenti. Namun, mobil ini justru langsung saja berputar arah,” ujar Ketua RW II Kelurahan Kubu Marapalam ini.

Ketua Masjid Al Quwait, Kelurahan Banuaran Nan XX, Saribulih sangat terkejut atas kecelakaan yang dialami Ustadz Syarif.

Dia mengaku sangat tergesa-gesa dari Pesisir Selatan untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan Tahfidz hari itu. Namun, sampai di rumah malah dia dapat telepon bahwa Ustadz Syarif kecelakaan

“Kami sudah janji untuk melakukan evaluasi perkembangan anak tahfidz. Selain itu, saya ingin minta bantuan persiapan khatam Al-Qur’an untuk TPQ/TQA. Tapi semua sudah diatur Penguasa Alam,” ujarnya. (Zetri)

 

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

TPS Muaro Kalaban Pemilihan Ulang

SPIRITSUMBAR.com – 27 April 2019 akan menjadi hari pemilihan ulang Pemilihan Presiden bagi pemilih di ...