Beranda - Berita Pilihan - Diduga SK Ganda, PAN Bukittinggi Punya Dua Ketua

Diduga SK Ganda, PAN Bukittinggi Punya Dua Ketua

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com – Belum selesai persoalan DPW PAN Sumbar yang meminta Ali Mukhni mundur oleh kadernya, kebijakan aneh kembali terjadi di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN). (Baca : PANas, Taslim Bersama Loyalitas Desak Ali Mukhni Mundur)

Kali ini masalah baru terjadi di DPD PAN Kota Bukittinggi yang disebabkan adanya dugaan lahirnya SK baru dari Ketua DPW PAN Sumbar. Akankah PAN Sumbar mampu bangkit di Pemilu 2019?

Dampak dari SK baru tersebut mulai terasa. Suhu politik kota Bukittinggi mulai kembali panas. Kader dan simpatisan PAN Bukittinggi dibuat bingung. Anehnya,  spanduk Rahmi Brisma yang mengklaim sebagai Ketua DPD PAN Kota Bukittinggi telah gentayangan di berbagai titik kota.



Hal ini langsung membuat para kader dan simpatisan PAN Bukittinggi angkat bicara. Banyak yang mempertanyakan maksud dan tujuan dari Rahmi Brisma yang mencantumkan jabatannya sebagai Ketua DPD PAN Bukittinggi yang baru dalam spanduk itu.

Artikel Lainnya

loading…


Beredar khabar, yang bersangkutan membuat kebijakan itu, setelah mengklaim mendapatkan SK dari DPW PAN Sumbar.

Anrifani St. Pangeran, Wakil Ketua DPD PAN Bukittinggi, mengungkapkan, ada yang janggal dari hasil tersebut. Ia mengakui mendapat informasi adanya dualisme SK dari DPW PAN Sumbar, namun tetap mempertanyakan keabsahannya.

“Kami dari DPD PAN Bukittinggi hasil Musda tahun 2016, telah menetapkan Fauzan Haviz sebagai Ketua DPD PAN Bukittinggi dan juga telah di SK kan pada Desember 2016 lalu telah terverifikasi, serta telah melalui tahapan pemilu yang diatur dalam UU,” ungkapnya didampingi Wakil Ketua DPD PAN Bukittinggi yang lainnya, Arnold Arsil Moein, Yonaldi, Yunaldi Yasin, Rinaldi, Kadesisman, Andi Akbar, Abu Zanar, Yumafril, Syafrizal dan Lazuardy BMPAN Bukittinggi kepada sejumlah awak media di kawasan Simpang Tembok, Minggu (27/5/2018). .

“Dengan dasar itu, kami mempertanyakan keabsahan SK DPD PAN Bukittinggi yang diterbitkan DPW PAN Sumbar tanggal 21 Mei 2018 dan mencantumkan nama Rahmi Brisma sebagai Ketua DPD PAN Bukittinggi yang baru dan ditandatangani Ketua DPW PAN Sumbar, Ali Mukni,” ujarnya sambil menegaskan Secara prosedural, SK baru tersebut, tidak sesuai dengan AD/ART Partai.

Untuk itu, DPD PAN Bukittinggi hasil Musda tahun 2016, meminta DPW PAN Sumbar untuk Mencabut kembali SK tersebut, karena akan berpengaruh negatif terhadap nama PAN di Sumbar, khususnya di Bukittinggi.

“Ini akan membuat masyarakat bingung, apalagi kader dan simpatisan PAN. Situasi ini tentu sangat tidak baik dalam proses pendidikan politik dan proses demokratisasi di Indonesia,” tegasnya.

Dalam aturannya, lanjut Arnold Arsil Moein kepengurusan yang sah hanya dapat diganti melalui Musdalub hasil Pleno DPD. Itupun jika ada pelanggaran AD/ART dari pengurus yang sah tersebut.

“Jika tidak ada etikad baik dari DPW PAN Sumbar, kami pengurus DPD PAN Bukittinggi hasil Musda tahun 2016 dan terdaftar di Kesbangpol serta memenuhi syarat dalam tahapan pemilu, akan melakukan upaya lewat jalur hukum,” tegasnya. (Rel)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…




loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Suporter Semen Padang FC tumpah saat menghadapi Kalteng Putra di match 6 Liga 2 (foto Saribulih)

Kalah dari Semen Padang FC, Kalteng Putra Ngamuk

Begitu babak kedua dimulai, Semen Padang kembali melakukan serangan bergelombang. Apalagi, target selisih 2 gol ...