Beranda - Fokus - Di Solsel, Pelajar Melanggar Aturan Lalin, Motor Dikandangkan
Kasatlantas Mapolres Solsel AKP. Indra,SH foto bersama dengan kepsek SLTP Se-Solsel.
Kasatlantas Mapolres Solsel AKP. Indra,SH foto bersama dengan kepsek SLTP Se-Solsel.

Di Solsel, Pelajar Melanggar Aturan Lalin, Motor Dikandangkan

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Kepolisian Resort (Polres) Solok Selatan mengadakan, giat persamaan persepsi tentang tertib berlalu lintas (Lalin) terhadap pelajar tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) se-Solok Selatan.

Kegiatan dibuka oleh Wakapolres Solsel, Kompol Musrial, bertempat di gedung Barak Daksa Polres Solsel pada Senin, 29/8/2016. Sosialisasi dan persamaan persepsi tersebut dihadiri masing-masing kepala SLTP.

Diantara butir persamaan persepsi antara kepala sekolah dengan Polres Solsel adalah, bila ada pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa memakai peralatan lengkap kendaraan atau pengendara tidak memakai helm, maka kendaraan pelajar tersebut akan dikandangkan selama satu minggu di Mapolres Solsel.

“Itu salahsatu kesepakatan kita dengan kepsek SLTP se-Solsel. Untuk bisa diambil kembali motor tersebut pelajar tersebut harus mendapatkan surat rekomendasi dari sekolah yang bersangkutan dan ditambah dengan membuat surat pernyataan yang berbunyi tidak akan mengulangi perbuatan yang sama,” jelas Kasatlantas Mapolres Solsel, AKP. Indra, SH, Rabu, 31/8/2016.

Sebelumnya Indra mengatakan,memperbolehkan pelajar setingkat SLTP mengendarai motor ke sekolah merupakan sebuah kebijakan.

“Kita memperbolehkan pelajar SLTP mengendarai motor ke sekolah karena mempertimbangkan jauhnya jarak rumah pelajar tersebut dengan sekolah. Sementara trayek angkot tidak ada yang sampai ke rumah-rumah mereka, ditambah pula belum adanya pemerintah setempat menyediakan kendaraan angkut anak sekolah,” ujarnya.

ARUN/AJ

Cover The Public Edisi 32 (Selalu Hadir Setiap Senin)
Cover The Public Edisi 32 (Selalu Hadir Setiap Senin)
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Babinsa Dharmasraya Bakti Sosial Ramadhan

SPIRITSUMBAR.com – Sekitar 100 unit sepada motor anggota Babinsa kodim 0310/SSD membawa rasel sembako melakukan ...