Beranda - Headline - Di Pasbar, Gedung Ponpes Masih Terabaikan
Pimpinan pondok Pesantren Buya Hamka, Zainul Arifin Dengan latar belakang Kantor dan Asrama Putri bantuan TV One dan Swadaya Masyarakat - Feri Fren/Spirit Sumbar

Di Pasbar, Gedung Ponpes Masih Terabaikan

Print Friendly

Spiritsumbar.com, Simpang Ampek – Kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Pasaman Barat meminta Pemerintah dan dinas terkait memberikan perhatian khusus terhadap santri dan dua puluh enam pondok pesantren di Pasaman Barat.Pasalnya saat ini masih banyak kekerungan baik dari segi sarana maupun tenaga pengajar.
Artikel Lainnya

loading…


Ribuan Santri dan Santriwati yang menimba ilmu di dua puluh enam pondok pesantren sederajat di Pasaman Barat membutuhkan perhatian khusus dan masihnya banyak kekerungan yang perlu dibenahi untuk memudahkan para santri menimba ilmu.

Salah satunya dari segi bangunan fisik dan gedung sekolah,saat ini masih banyak bangunan ruang belajar atau asrama santri di sejumlah pondok pesantren di pasaman barat dalam kondisi yang memprihatinkan,bahkan sebagian besar masih berdinding kayu

Kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Pasaman Barat,Miswan mengatakan,selama ini sejumlah yayasan dan kantor kementerian agama terus berupaya membangun sejumlah fasilitas pendukung untuk dunia pendidikan santri atau madrasyah aliah tingkatkan pendidikan lainnya.

Namun dengan keterbatasan dana dan tenaga hasil belum bisa menyentuh seluruh pondok pesantren dan sekolah agama lainnya menyikapi hal itu pihaknya berharap pemerintah dan masyarakat bisa secara bersama-sama untuk membangun dan menyetarakan pondok pesantren dengan lembaga pendidikan maju lainnya.

Di sisi lain,saat ini pihaknya terus berupaya membenahi tenaga pendidikan dan penambahan jumlah tenaga pengajar sebab hingga hari disejumah pondok atau sekolah agama lainnya masih terdapat kekurangan tenaga pengajar yang berkompetensi dan ahli dibidangnya.



kakankemenag juga meminta seluruh santri bisa memanfatkan sarana yang ada dan menjauhi semua pengaruh buruk dari pihak tidak bertanggung jawab. “Terutama faham radikal dan anti pancasila,apalagi bergabung dengan aksi terorisme,sebab islam tidak pernah mengajarkan kekerasan atau aksi teror,” sebutnya. (Af)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...