Beranda - Berita Pilihan - Di China, Minoritas Muslim Makin Merana

Di China, Minoritas Muslim Makin Merana

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas tindakan keras Pemerintah China yang semakin memburuk terhadap minoritas Muslim di XInjiang. Pemerintah AS dilaporkan telah mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi terhadap pejabat tinggi dan perusahaan China yang dianggap terlibat dalam tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) itu.

Pembicaraan mengenai kemungkinan pemberlakuan sanksi ekonomi sebagai respons terhadap laporan mengenai penahanan etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya. Tindakan Beijing itu telah menimbulkan reaksi dari dunia internasional.

”Kami sangat terganggu oleh tindakan keras yang memburuk, tidak hanya pada etnis Uighur (tetapi juga) etnis Kazakh, Muslim lainnya di wilayah China tersebut,” demikian pernyataan dari Departemen Luar Negeri AS yang disampaikan Juru Bicara Heather Nauert sebagaimana dilansir¬†Reuters, Rabu (12/9/2018).

Nauert mengatakan, departemen luar negeri telah menerima surat dari kelompok di parlemen AS pada Agustus yang meminta Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk menjatuhkan sanksi pada sejumlah pejabat China yang mengawasi kebijakan di XInjiang, termasuk Pimpinan Partai Komunis China di XInjiang, Chen Quanguo.

Washington juga mempertimbangkan sanksi terhadap beberapa perusahaan China yang terlibat dalam pembangunan kamp-kamp penahanan dan membuat sistem pemantauan yang digunakan untuk melacak dan mengawasi Uighur.
Seorang pejabat AS mengatakan, ide penjatuhan sanksi itu masih dalam tahap diskusi dan salah satu sumber dari Kongres mengatakan, keputusannya belum akan segera diambil.

Nauert menolak membahas lebih detail mengenai tindakan pemerintah AS. ”Kami tidak akan meninjau sanksi apa pun yang mungkin atau tidak mungkin terjadi,” kata Nauert.

Sanksi AS tersebut dapat dijatuhkan di bawah Undang-undang Global Magnitsky, undang-undang federal yang mengizinkan Pemerintah AS untuk menargetkan para pelanggar HAM di seluruh dunia dengan membekukan aset-aset mereka, melarang perjalanan dan hubungan bisnis dengan mereka. (Okezone)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Tanpa Industri, Ini Strategi Sumbar Menurunkan Angka Kemiskinan

SpiritSumbar.com – Sumatera Barat bukanlah daerah indutri padat karya, tidak ada indrustri yang berkembang baik ...